PURWOKERTO, SATLEITPOST-Polres Banyumas berhasil membekuk tujuh orang yang tergabung dalam jaringan pengedar obat-obatan golongan psikotropika di Banyumas. Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti obat-obatan jenis psikotropika berbagai merk sebanyak lebih dari 4.800 butir, serta uang jutaan rupiah, Kamis (14/9).

Menurut keterangan Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah SH SIk MHum penangkapan jaringan pengedaran obat-obatan ini bermula dari penangkapan Eris Purwanto (18), warga Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden, di sekitar area SPBU Jalan Ovis Purwokerto, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur pada hari Sabtu (9/9) sekitar pukul 22.15 WIB. Dari tangan Eris polisi menemukan barang bukti 40 butir obat-obatan psikotropika.

Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya Eris mengakui jika dirinya mendapatkan obat-obatan tersebut dari Dennis Jana Prasetya (20), warga Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden. Pada hari yang sama yakni pukul 23.30 WIB, polisi langsung menuju lokasi keberadaan Dennis, yang saat itu berada di jalan depan ruko perempatan Karangkobar, Kelurahan Sokanegara, Kecamatan PUrwokerto Timur.

Dari tangan Dennis polisi berhasil menemukan 36 butir obat-obatan jenis priskotropika merk Alprazolam dan Merlopam.Tidak hanya sampai situ, ditempat yang sama Polisi juga berhasil membekuk tersangka lain yakni Imam Bagus Setiaji (27), warga Kertawibawa, Kelurahan Karanglewas Lor dan Novel Fahrul Rozi pada pukul 23.40 WIB. Dari tangan Imam polisi mendapati 40 butir pil merk Alprazolam dan Merlopam, polisi juga berhasil menyita uang tunai Rp 439 ribu berserta, hanpdhone, sepeda motor milik tersangka. Sedangkan dari arah Novelpolisi menyita barang bukti satu kresek warna hitam berisikan 550 butir pil tramadol HCI.

“Dari penangkapan Imam Bagus, dirinya mendapatkan oabt-obatan tersebut dari Oripa dan juga dari Ridwan. Tetapi dirinya juga mengaku tengah menjalani rehabilitasi. Namun, dari obat yang ditebus dengan menggunakan surat keterangan rehabilitasi, dia jual lagi,” kata Kapolres.

Tidak hanya sampai situ, dari penangkapan tiga orang di Perempatan Karangkobar, polisi kemudian melakukan pengembangan dari keterangan Imam, dirinya menyerahkan beberapa obat kepada Dana Widianto (35), warga Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara. Pada hari Minggu (10/9) polisi langsung membekuk Dana di rumahnya pada pukul 06.30 WIB. Dari tangan Dana polisi menemukan 2.540 butir pil jenis Tramadol, 10 Alprazolam dan 20 pil Merlopam. “Kami juga menemukan uang Rp 1 juta dari hasil penjualan obat-obatan, kemudian kami mengamankan barang bukti hanpdhone, dan sepeda motor yang bersangkutan, karena digunakan untuk prasarana,” ujarnya.

Setelah diintrogasi, akhirnya Dana pun “bernyanyi” hingga menjuru ke seorang pengedar lainnya yakni Oripa Rangga swadana (24) warga Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati. Oripa ditangkap di Jalan Gunung Rinjani, Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara pada pukul 12.10 WIB. Dari tangannya Polisi menyita uang tunai Rp 700 ribu hasil penjualan obat-obatan, ATM, hanpdhone dan sepeda motor.

Dari keterangan Oripa, polisi berhasil mengorek keterangan lainnya. Dirinya mengaku mendapatkan barang tersebut dari Invandwr Haris Kristanto (25), warga Desa Karang Rau, Kecamatan Sokaraja. Pada hari Minggu (10/9) sekitar pukul 13.30 WIB, polisi membekuk Invander di depan Bank BCA unit Purwokerto Selatan.

Saat penangkapan Invander polisi melakukan penggledahan hingga menemukan 1.500 butir pil jenis Tramadol, 120 butir pil Alprzolam uang tunai Rp 500 ribu hasil penjualan, kemudian handphone dan sepeda motor yang digunakan untuk sarana mengedarkan obat-obatan tersebut.

“Mereka semuanya melanggar undang-undang psikotropika dan kesehatan, masing-masing dengan ancaman hukuman kurang lebih maksimal 5 tahun dan 10 tahun,” ujarnya.

Untuk pengedarannya, menurut Kapolres kepada pemuda-pemudi yang ada di Kabupaten Banyumas. Kemudian untuk para tersangka mendapatkan barang tersebut, ada dua hal yakni menggunkan surat rehabilitasi untuk menebus obat dan menggunakan media sosial. “Mereka mendapatkan barang-barang ini dari luar kota semua,” kata dia.

Dari keterangan para tersangka mereka menjual setiap satu strip bersikan 10 butir obat dengan keuntungan hingga Rp 20 ribu. “Mereka membeli satu strip 50 ribu dijual 70 ribu, kemudian ada mereka beli 130 ribu dijual 150 ribu,” ujarnya.(sandiyanuar016@gmail.com)

Komentar

komentar