Selfie, Tenggelam di Curug Bayan

TIM SAR gabungan mengevakuasi korban tenggelam di Curug Bayan, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Minggu (2/12).SATELITPOST

PURWOKERTO, SATELITPOST-Mengabadikan potret diri ketika tengah berwisata menjadi lazim saat ini. Namun, Jika tidak memperhatikan kondisi sekitar bisa membahayakan diri. Seperti yang terjadi pada Mahasiswa ITT Telkom Purwokerto, Mohammad Aldi Prayogi (18) yang tewas tenggelam ketika tengah selfie terseret pusaran Curug Bayan, Minggu (2/12).

 

Menurut Komandan Tagana Banyumas, Ady Candra, korban tidak berasal dari Banyumas. Dari kartu identitasnya beralamat di RT 26/5 Desa Hilir Sper Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah.

 

 

 

Kejadian ini bermula ketika korban tengah mandi bersama dengan tiga dua teman kuliahnya di Curug Bayan Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden. Ketika tengah mandi di curug tersebut, ketiganya menyempatkan diri untuk swafoto atau selfie.

 

 

“Namun, nahas Muhammad Aldi Prayogi terpeleset di curug tersebut dan terseret dalam derasnya pusaran air dan akhirnya tenggelam. Diperkirakan kejadiannya sekitar pukul 15.30 WIB,” katanya.

 

Berdasarkan keterangan dua temannya yakni Pratama Bagus Septianto (18) dan Ahmad Khairol Maulidi (19) yang juga berasal dari Kalimantan, melihat temannya terseret, keduanya berusaha menolong, tetapi tidak kuat melawan derasnya pusaran air. “Pengelola Curug Bayan melaporkan kejadian ini ke Polsek Baturraden dan menghubungi Tim Tagana Kabupaten Banyumas untuk melakukan pencarian,” katanya.

 

Dengan adanya laporan tersebut, Tagana langsung menerjunkan tim pencarian bersama Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, RAPI, Polsek Baturraden, Perhutani, F PRB Kotayasa. Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal pada pukul 16.50 WIB.

 

“Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas I Baturraden untuk divisum oleh Petugas Puskesmas dan Inafis Polres Banyumas. Setelah diperiksa tidak ditemukan tanda penganiayaan dan selanjutnya dibawa ke Instalasi Pemulasaran Jenazah RS Margono Soekardjo,” katanya.

 

Sementara, setelah tenggelamnya seorang mahasiswa di Curug Bayan, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, pihak pengelola akan memperketat lagi pengamanan di curug tersebut hingga membuat peraturan-peraturan tambahan.

 

Manager Bisnis Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito membenarkan jika Curug Bayan berada di bawah naungan KPH Banyumas Timur. Dengan adanya kejadian tersebut pihaknya akan memperketat Curug Bayan. “Kita akan memperketat pelaksanaan aturan di Curug Bayan. Sebenarnya itu kan aturan sudah ada, beberapa ditempatkan di sisi curug, seperti tidak boleh berenang,” kata dia.

 

Meskipun peraturan sudah ada, namun beberapa pengunjung nyatanya tetap memaksakan diri untuk masuk ataupun berenang di curug tersebut. “Memang kebanyakan pengunjung yang datang itu ingin main-main (di air, red). Atas kasus ini pasti kita akan evakuasi dan perketat. Walaupun nanti membuat pengunjung agak kecewa, tetapi ini untuk keselamatan bersama,” ujarnya.

 

Sedangkan terkait penutupan tempat tersebut secara sementara ataupun permanen, Gito mengaku akan berkoordinasi dengan pengurus ataupun pengelola curug tersebut. “Rencananya hari ini kita adakan rapat untuk membahas. Yang pasti kita akan buat lebih safety lagi, jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” kata dia. (anas@satelitpost.com/sandi@satelitpost.com)