TUMPUKAN sampah yang belum diangkut di depan rumah warga perumahan Kedungwringin Kecamatan Patikraja, Senin (10/6/2019).SATELITPOST/TRIONO
TUMPUKAN sampah yang belum diangkut di depan rumah warga perumahan Kedungwringin Kecamatan Patikraja, Senin (10/6/2019).SATELITPOST/TRIONO

BANYUMAS, SATELITPOST – Usai libur Lebaran, masalah sampah mulai dikeluhkan warga. Penyebabnya, sudah sejak sepekan lalu sampah yang ada di sejumlah pemukiman hingga kini belum diangkut.

Suprihatni (47) warga Perumahan Kedungwringin RW 08 Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas mengeluhkan sampah di rumahnya yang belum terangkut sejak H-2 Lebaran lalu. Apalagi, tumpukan sampah itu sudah mengeluarkan bau menyengat yang mengganggu. “Sampai sekarang sampah yang ada di pemukiman kami ada yang belum diangkut. Saya bingung mau buang sampah ke mana?” katanya, Senin (10/6/2019) malam.

Sebelumnya, warga di pemukiman tersebut mengira sampah akan diangkut hari itu juga karena mereka pikir petugas pengangkut sampah sudah kembali beraktivitas. Namun hingga malam ternyata tumpukan sampah masih ada di depan rumahnya. “Saya nggak tahu, apa petugasnya masih libur Lebaran atau kenapa, tapi yang pasti sampai malam ini belum juga diangkut,” ujarnya.

Warga lainnya, Suwardi (50) juga mengeluhkan hal sama. Dia ‎juga menyesalkan petugas sam­pah yang melalaikan peker­jaan mengangkut sampah. Lan­taran bau tak sedap dari tumpukan sampah yang ada di depan rumahnya dirasa mengganggu kesehatan anggota keluarganya.

“Pejabat yang mengurus sampah harusnya bertindak dan mau mendengar keluhan masyarakat tentang ini. Selain membuat pemandangan tak sedap, baunya juga mengganggu lingkungan,” ujarnya.

Terkait dengan sampah, Bupati Banyumas Ir Achmad Husein minta aparatur sipil negara (ASN)untuk menjadi contoh, dengan mengelola sampah di rumah terutama sampah organik. Karena menurut bupati, sampah organik bisa menjadi pupuk cair maupun bisa menjadi makanan maggot/belatung yang bisa digunakan untuk pakan ternak dan ikan.

“Jangan sampai ada sampah keluar rumah selain sampah yang terbuat dari plastik. Semua sampah organik atau sampah yang mudah busuk bisa dibuat pupuk organik dengan disemprot menggunakan cairan probiotik serta untuk ternak maggot,” katanya. (rar/nns)