Serunya Canyoning di Sungai Watu Mujur Purbalingga
Canyoning di Watu Mujur, Panusupan, Purbalingga.

DESA Wisata Panusupan di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga menawarkan sensasi petualangan seru dengan menghadirkan Paket Susur Sungai Watu Mujur atau canyoning. Pengunjung diajak menjelajah perbukitan hijau penuh perdu dan menghirup udara sejuk dengan menyusuri sungai jernih bertepi dinding batu hitam setinggi 10 meter lebih. Untuk menyusuri jalur ini, pengunjung membutuhkan waktu hingga tiga jam.

Paket wisata susur sungai  terbagi menjadi tiga paket dengan jarak tempuh paket satu menuju pos 1 sejauh perjalanan 45 menit. Paket 2 dengan perjalanan sekitar 2 jam dari start menuju pos 2. Sementara paket 3, butuh 3 jam perjalanan.

Anggota Pokdarwis Ardi Mandala Giri, Yulianto mengatakan, loket penjualan tiket wisata susur Sungai Watu Mujur satu tempat dengan tiket Puncak Batur. Puncak Batur tidak jauh dari Balai Desa Panusupan yang berjarak sekitar dua kilometer.

Satu di antara pengunjung, Roby Wardana mengungkapkan rasa puasnya ketika menyusuri Sungai Watu Mujur.  Paket 2 yang dia ambil dengan teman-temannya ditempuh selama 3 jam. Namun, waktu selama 3 jam tak terasa karena sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan yang indah dan air yang jernih.

Sepanjang menyusuri sungai, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan bukit tinggi berwarna hitam di kanan kirinya yang disebut black canyon. Kemudian airnya yang sangat jernih dan segar menjadi nilai tambah sendiri  karena mengalir langsung dari dalam hutan.

Adrenalin pun terpacu karena sesekali melewati medan yang terjal. Para penjelajah dipandu menggunakan tali untuk memanjat dinding sungai yang berupa batu andesit berwarna hitam pekat. “Sesekali harus menggunakan tali untuk naik melewati curug yang lumayan tinggi. Asik banget di situ. Harus hati-hati ambil pijakan,” katanya.

Dengan harga yang terjangkau, paket Susur Sungai Watu Mujur sudah melingkupi Fasilitas coffee break, makan, guide, dokumentasi, P3K. Bahkan jika ingin mencoba sayur pakis, pengunjung bisa memetiknya secara gratis, karena tumbuhan tersebut tumbuh di sepanjang perjalanan susur sungai.

“Tidak hanya itu, Pokdarwis Ardi Mandala Giri pun menyiapkan makanan tradisional bagi pengunjung yang ingin memesannya. Lauk yang ditawarkan antara lain nasi beras, nasi jagung, jangan lompong pucung, sambel goreng dan tempe goreng,” ujarnya.

Selain menawarkan petualangan, pengunjung juga bisa menemukan keberuntungan. Sebab, konon dulunya sungai ini dipercaya bisa membawa keberuntungan. Tentu saja ini hanya bagi yang percaya. (cr)