PURWOKERTO, SATELITPOST-Sejumlah sopir bus mikro Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) rute Purwokerto-Bobotsari menggerudug kantor perwakilan BRT Trans Jateng di Kecamatan Sokajara, Rabu (27/11).

Ketua Koperasi Abdi Luhur Abadi, Gunawan Winarso mengatakan ada tiga perkara yang ingin mereka bahas dengan BRT Trans Jateng. Antara lain, terkait jam operasional, rute, dan tentang halte BRT. Tuntutan ini sebelumnya sudah disampaikan saat mediasi di Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga.

Para sopir memprotes penambahan halte bus Trans Jateng Koridor I Purwokerto-Purbalingga pada tiga titik. Mereka juga memprotes rute bus Trans Jateng di kawasan Kota Purbalingga. Selain itu, mereka juga meminta agar jam operasional Bus Trans Jateng dikurangi dari empat kali PP menjadi seperti semula yaitu tiga kali PP.

Selama ini tuntutan tersebut tidak terealisasi, oleh karenanya mereka melakukan unjuk rasa kemarin. Padahal, saat mediasi di Dinhub Purbalingga, tuntutan tersebut sudah dibubuhkan pada nota kesepakatan yang ditandatangani semua pihak dan diketahui Pemprov.

“Seharusnya Trans Jateng itu langsung muter ke arah kota dulu habis itu baru masuk ke terminal. Ternyata kesepakatan itu tidak dijalankan. Ketika audiensi kemarin, alasan dari provinsi karena banyaknya permintaan dari masyarakat. Jika memang ada kesepakatan harusnya ada sosialiasi lagi dari awal. Ini adalah salah satu kelemahan dari sistem, termasuk dengan jam operasional Trans Jateng,” ujarnya.

Usai mediasi kemarin, Winarso mengaku sudah menemukan sedikit titik terang. “Alhamdullilah tadi sudah bisa diterima,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinhub Kabupaten Banyumas, Agus Noer Hadi yang hadir dalam mediasi tersebut, menyadari aksi yang dilakukan oleh para sopir mikro bus merupakan buntut dari kurangnya sosialisasi perencanaan awal pengoperasian BRT Trans Jateng. Termasuk juga dalam pembangunan beberapa halte bus.

“Terkait halte Sokaraja, sebetulnya sudah direncanakan sejak awal. Hanya pembangunannya bertahap. Namun, ini tidak tersosialisasi dengan baik sehingga kelihatan seperti menambah halte,” kata dia.(san)