Tak Tahu Cara Kirim Surat ke Presiden

Havidin Terima Kasih pada Jokowi dan Kapolres

BANJARNEGARA, SATELITPOST– Havidin (sebelumnya tertulis Hafidin, red), bocah 10 tahun yang baru saja menerima bantuan langsung dari Presiden Joko Widodo pada Rabu (13/9) sebesar Rp 30 juta mengaku sangat senang. Dia tidak mengira jika namanya dikenal oleh Presiden RI.

“Apa benar pak Presiden kenal saya. Terima kasih Pak Presiden. Semoga Pak Presiden sehat dan sukses selalu,” kata Havidin saat ditemui di sekolahnya di SDN 1 Kebutuhjurang Pagedongan, Kamis (14/9).

Saat ditanya cita-cita, Havidin menjawab dengan tegas jika dirinya ingin menjadi polisi agar dapat membantu orang lain seperti yang dilakukan oleh ibu polisi (Kapolres Banjarnegara, red). Diketahui sebelumnya Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei datang memberikan sejumlah bantuan peralatan sekolah termasuk menganggap Havidin sebagai anaknya, Rabu petang (13/9). Atas perhatian tersebut, Havidin mengaku akan lebih giat belajar agar harapan dan keinginan orangtua kandung dan orangtua asuhnya dapat tercapai.

KAPOLRES Banjarnegara, AKBP Nona Pricillia Ohei saat mengunjungi Havidin dan langsung mengangkatnya menjadi anak
asuh di rumah saudaranya di Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (13/9).

Sebagai ungkapan terima kasih, Havidin juga membuat tulisan yang bertuliskan terima kasih Presiden Joko Widodo dan Kapolres Banjarnegara. “Saya ingin menulis surat untuk Presiden tapi ndak tahu caranya. Semoga dengan tulisan ini Presiden melihat,” katanya.

Kepala SDN 1 Kebutuhjurang Pagedongan, M Suharta mengatakan, Havidin merupakan anak yang ceria di sekolah. “Untuk nilai pelajaran, Havidin masuk dalam kategori rata-rata, namun tidak pernah malu untuk bertanya jika dirinya belum paham atas pelajaran yang baru diajarkan,” katanya, Kamis (14/9).

Untuk perhatian dari sekolah, kata dia, sekolah sudah membebaskannya karena Havidin miliki kartu Indonesia Pintar (KIP). Buku yang dibeli Havidin bukanlah buku LKS melainkan buku pelajaran Agama Islam atau buku pendamping. “Kami selaku orang tua di sekolah, akan terus membimbing Havidin agar dia dapat membahagiakan orangtua kandung maupun asuhnya,  Presiden, Bupati termasuk semua saja yang sudah memberikan perhatian bagi kehidupan Havidin selama ini,” katanya.

Kapolres Banjarnegara, AKBP Nona Pricillia Ohei mengatakan, dirinya mengangkat Havidin sebagai anak asuhnya. Bahkan akan memberikan perhatian khusus bagi Havidin agar dapat mewujudkan cita-citanya. ” Semoga Havidin tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” katanya.

Pantauan SatelitPost di rumah singgahnya, tampak kesibukan beberapa warga dan TNI seperti sedang menyiapkan material untuk pembangunan rumah Havidin yang sudah roboh. “Iya, warga sudah siap swadaya tenaga untuk membantu membangun rumah bagi keluarga Havidin,” kata Anto, seorang warga setempat.

Seperti diberitakan, Havidin (10), bocah kelas V SDN 1 Kebutuhjurang Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara ini rela kehilangan masa bahagia dan bermain seperti teman-temannya pada umumnya. Havidin harus mendapatkan uang tiap harinya, sedangkan ibunya, Biyah (40) dan sang Kakek, Sumedi (82) warga Desa Kebutuhjurang Kecamatan Pagedongan ini sudah tak mampu lagi bekerja. Bahkan, rumah keluarga tersebut sudah roboh. Kondisi itu membuat Havidin jadi tulang punggung perekonomian bagi keluarga.

Kepada SatelitPost, ibunda Havidin, Biyah mengatakan, semenjak ayahanda Havidin meninggal dunia 5 tahun lalu ditambah dengan sakit reumatik yang dideritanya menjadikan tak lagi ada orang yang akan bekerja mencari makan. “Kakek sudah sangat renta dan tak mampu lagi bekerja. Kami mengandalkan Havidin mendapatkan upah jika disuruh-suruh orang,” katanya, Jumat (8/9). (gat)

Komentar

komentar