TIM Inafis Polres Banyumas dipimpin Aiptu Hari Wibowo saat melakukan proses identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) Kolam Renang Tirta Gading, Wangon.SATELITPOST/CR2
TIM Inafis Polres Banyumas dipimpin Aiptu Hari Wibowo saat melakukan proses identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) Kolam Renang Tirta Gading, Wangon.

WANGON, SATELITPOST-Bocah berumur 11 tahun bernama Kamal Safiq meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS An Nimah, Wangon. Safiq yang warga RT 01/04 Parungkamal, Lumbir itu sebelumnya ditemukan tak sadarkan diri di Kolam Renang Tirta Gading, Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Minggu (24/2).

Korban ditemukan saat paman korban yang menemani berenang merasa kehilangan karena sejak mulai berenang tidak terlihat. Menurut keterangan saksi sekaligus penjaga kolam renang, Budi Setyawan, setelah mendapat laporan ia berupaya mencari ke berbagai sudut kolam renang. Setelah dua menit melakukan pencarian, korban ditemukan di dasar kolam dengan kedalaman 1,6 meter dalam keadaaan tertelungkup.

Setelah itu korban diangkat dengan memberi pertolongan memberikan napas buatan hingga keluar air yang tertelan. Kemudian penjaga kolam bernama Aam Amilulfalah mengantarkan ke RS Sakit An Nimah untuk pemeriksaan. Namun saat di rumah sakit menurut petugas medis dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca Juga:

2 Bocah Patikraja Tenggelam di Kolam Renang Walik

Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Renang di Purwokerto 

Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang Gandrungmangu

Pihak kepolisian yang dipimpin Kapolsek Wangon AKP Sutrisno Utomo bersama tim Inafis yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan proses identifikasi dan penyelidikan. Sementara Aiptu Hari Wibowo dari Inafis menjelaskan bahwa hanya melakukan olah TKP dan identifikasi. “Untuk selanjutnya akan dilakukan penyelidikan,” katanya.

Dari pihak keluarga tidak ingin dilakukan autopsi. Sehingga korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. Saat dirumah sakit, orangtua korban Pendi Purwanto mengaku ikhlas menerima kepergian putranya dengan cara seperti itu. “Kami ikhlas dengan meninggalnya anaknya saya, namun proses penyelidikan saya serahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian,” katanya.

Sementara Kapolres Banyumas melalui Kapolsek Wangon AKP Sutrisno Utomo mengingatkan agar saat beraktivitas di kolam renang, pendampingan pada anak harus dilakukan. “Perlu ada pendampingan dalam tiap aktivitas anak-anak yang mengandung risiko, dan pihak managemen kolam renang diharapkan ikut membantu proses selanjutnya,” katanya.

Kasus anak meninggal karena tenggelam di kolam renang ini adalah kasus yang kedua. Sebelumnya, kasus serupa terjadi di Kolam Renang Tirto Asri Dukuh Walik, Desa Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Selasa (19/2). Dua bocah asal RT 2 RW 7 Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas tenggelam, yakni kakak beradik Wahyu Ningsa Ramadhani (8) dan Luki Ardiyansah. Dari musibah itu, Luki meninggal dunia. (cr2)