SUASANA mediasi antara orangtua siswa korban penganiayaan oknum guru SMPN 2 Cilongok di sekolah setempat, Senin (6/8).

CILONGOK, SATELITPOST- Sebanyak 15 siswa SMPN 2 Cilongok menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum guru di sekolahnya. Dari 15 siswa, 9 siswa yang menjadi korban sudah melakukan visum medis.

Satu siswa bahkan tidak masuk sekolah karena mengalami muntah-muntah setelah diduga ditusuk di bagian perut menggunakan gagang sapu oleh oknum guru tersebut. “Anak saya mengaku dipukul sebanyak lima kali hingga mengalami memar di tubuhnya. Bahkan gagang sapu yang juga disodokan ke bagian ulu hatinya membuatnya muntah-muntah,” kata Aris Susanto (40) orangtua WS (14) siswa kelas 8 SMPN 2 Cilongok saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (7/8/2018).

Aris menceritakan, pemukulan menggunakan gagang sapu terhadap anaknya dan sejumlah siswa lainnya terjadi pada Jumat (3/8) lalu. ‎Peristiwa berawal saat salat Jumat berjemaah yang dilaksanakan di sekolah setempat. Saat itu, beberapa siswa menirukan guru yang memiliki aksen cadel. Merasa tersinggung, oknum guru tersebut memanggil 15 anak yang diduga menirukan aksen cadelnya.

Selanjutnya siswa dipukul satu-satu untuk mengakui perbuatannya. WS salah satunya yang mendapatkan pukulan gagang sapu paling banyak dan mengalami memar. “Awalnya saya tidak tahu, tetapi setelah didesak akhirnya dia mengaku kalau habis dipukul guru. Orang tua lainnya juga protes,” katanya.

Selasa (7/8) pagi, Aris membawa anaknya ke Puskesmas Cilongok untuk rontgen lantaran sakitnya tak kunjung sembuh. Menurutnya, setelah penganiayaan tersebut, anaknya sempat muntah-muntah dan sampai kemarin belum masuk sekolah. “Hasil rontgen akan diketahui pada Kamis (9/8) mendatang,” ujarnya.

‎Hari Senin (6/8), para orangtua yang tidak terima anaknya mendapat perlakuan tersebut menggeruduk sekolah dan menuntut guru tersebut diberhentikan. Para orangtua siswa ini dimediasi oleh pihak sekolah dengan disaksikan langsung oleh personel Polsek , Koramil serta Satpol PP Kecamatan Cilongok.

“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi kemarin. Hasil kesepakatan di antaranya oknum guru akan diberhentikan, kemudian mengenai biaya pemeriksaan para korban juga menjadi tanggung jawab sekolah,” kata Kapolsek Cilongok AKP Warsono saat dikonfirmasi.

Kepala SMPN 2 Cilongok, Hartoyo saat akan dikonfirmasi wartawan sedang tidak berada di sekolah. Menurut beberapa guru, kepala sekolah tengah mengikuti rapat BOS sejak pagi. Meski enggan memberikan informasi, beberapa guru mengatakan, oknum guru agama yang berstatus honorer tersebut rencananya memang akan diberhentikan.

“Memang akan diberhentikan, tapi menunggu surat resmi dulu. Kalau pertanyaan lainnya silakan langsung kepada kepala sekolah saja,” kata seorang guru wanita yang tak mau namanya dikorankan. (rare@satelitpost.com)