WARGA sedang melaksanakan babarit kupat menyambut bulan Maulud, Jumat (2/11/2018) di perbatasan antardesa maupun dusun.SATELITPOST/TASLIM INDRA

Warisan budaya sekaligus adat istiadat masyarakat di Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap yang masih lestari hingga saat ini di antaranya adalah tradisi budaya babarit kupat atau sedekah ketupat. Babarit atau babaritan adalah sebuah acara ritual tahunan adat Suku Sunda. Acara tahunan ini dilaksanakan pada hari, bulan, dan tempat yang sama setiap tahun.

Di daerah Dayeuhluhur Cilacap, babarit sudah menjadi tradisi setiap tahun menjelang awal bulan maulud. Untuk tahun ini, acara dilaksanakan pada Jumat (2/11/2018). Acara ini merupakan bentuk syukur atas kesejahteraan desa atas kecukupan berupa makanan dan minuman. Selain itu memohon agar terbebas dari segala jenis bencana seperti gempa bumi, wabah penyakit, banjir, dan angin topan.

Hampir seluruh warga desa di Kecamatan Dayeuhluhur melaksanakan tradisi itu. Warga berduyun-duyun membawa makanan dalam bentuk ketupat untuk digantungkan ke tiang yang sudah dipersiapkan oleh Kokolot Lembur atau sesepuh kampung. Setelah itu sesepuh memimpin ritual dan berdoa mohon keselamatan dan keberkahan. Tidak hanya untuk semua warga desa setempat tapi juga untuk  negara Indonesia.

Kemudian semua gantungan ketupat ada yang dimakan di tempat tersebut, ada juga yang dibagikan kepada warga yang lewat jalan tersebut. Untuk daerah Desa Cijeruk, acara dipusatkan di jembatan Sungai Cibeet. Di Desa Kutaagung dilaksanakan di tapal batas desa. Di Desa Panulisan Barat di Sumanding Dusun Pendey.

Sesepuh warga di Dusun Sawah Tengah Desa Cijeruk, Aki Suherman (67) mengatakan, kegiatan babarit kupat dilaksanakan di awal bulan mulud dan di akhir bulan maulud. Kegiatan itu secara turun-temurun dilakukan nenek moyangnya dan sampai sekarang.

Dalam pelaksanaan babarit kupat sesepuh hanya mendoakan dan meminta kepada sang maha pencipta untuk memberikan rahmat hidayahnya agar masyarakat dijauhkan dari marabahaya dan kehidupannya selalu  aman damai dan sejahtera. “Sejak saya kecil dan zaman kakek buyut termasuk warga di sini, sangat melestarikannya selalu melaksanakan babarit setiap tahun,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Dahlan, warga Kutaagung. Dia mengatakan, babarit kupat ini sangat baik bagi kehidupan masyarakat yang erat kaitannya dengan keharmonisan bermasyarakat. Buktinya tanpa diperintah, warga membuat kupat dan membawanya bersama-sama dengan penuh semangat dan keikhlasan. Dikatakannya, tradisi sedekah ketupat melambangkan kebersamaan antar warga dan sebagai alat pemersatu antar warga. (lim)