Truk engkel standing di Jalan Kecamatan Karangreja, Rabu (3/4). ISTIMEWA

PURBALINGGA, SATELITPOST–Aksi mengangkat roda depan (wheelie) atau standing merupakan satu atraksi freestyle yang biasa bagi sepeda sepeda motor. Namun ternyata aksi tersebut juga bisa dilakukan truk engkel.

Seperti yang terjadi pada truk bernomor polisi R 1362 KC di Jalan Raya Kecamatan Karangreja, Dusun Cangkrik, Desa Tlahab Lor, Kabupaten Purbalingga, Rabu (3/4). Akan tetapi, aksi di jalur Bayeman tersebut bukan untuk freestyle maupun pamer.

Sebaliknya, truk dipaksa mengangkut muatan dalam jumlah banyak. Jelas saja, saat berada di jalan menanjak, bak belakang yang overload menyebabkan ban depan terangkat seperti aksi wheelie atau standing.

Kapolsek Karangreja AKP Nur Susalit mengatakan truk yang dikemudikan oleh Ragil Kusmanto warga Ajibarang Banyumas itu mengangkut material besi. Muatan dibawa dari Toko Besi (TB) Sumber Alam Bobotsari menuju ke TB Sanjaya di Dongkal, Pemalang. “Karena kelebihan muatan itu, truk bagian depan berdiri dan hanya roda belakang yang menapak di permukaan jalan,” kata Kapolsek.

Untuk mengurai kemacetan, Kapolsek menerjunkan anggota ke lokasi kejadian. Sembari menyaksikan aksi truk wheelie itu, kendaraan lain diatur jalan bergantian di satu jalur. Selanjutnya, beban muatan truk dikurangi dan dipindahkan ke kendaraan lain. Setelah  pemindahan selesai, truk melanjutkan perjalanan ke Pemalang.

“Kami mengimbau agar truk engkel tidak lagi memaksakan muatan melebihi kapasitas. Perilaku ini tentu dapat membahayakan pengguna jalan lain serta berisiko terhadap pengemudi,” ujar Kapolsek. (cr3)