Usai Makan Permen, Belasan Siswa SDN 1 Kelapasawit Purbalingga Diduga Keracunan

PURBALINGGA,SATELITPOST–Peristiwa keracunan makanan kembali terjadi pada kalangan pelajar sekolah dasar (SD), Selasa (4/12). Kali ini, belasan siswa SDN 1 Kelapasawit, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi permen bermerek Opalmint. Lima korban dilarikan ke Puskesmas Kalimanah karena menderita gejala, pusing, demam, perut melilit dan mual bahkan ada yang muntah.

 

Kapolsek Kalimanah AKP Sulasman mengatakan, peristiwa diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. Saa itu ada anggota yang mendapatkan informasi di lapangan, selanjutnya menghubungi kantor dan langsung mendatangi lokasi sekitar SD. Selanjutnya, sekitar lima korban dilarikan ke puskemas terdekat.

 

“Pemeriksaan di puskesmas memang ada indikasi kercunan makanan. Setelah dimintai keterangan pada korban ternyata sebelumnya mengonsumsi permen,” kata AKP Sulasman, Selasa (4/12).

 

Diceritakan, saat istirahat, sejumlah siswa yang terdiri atas kelas 4 dan 5 membeli permen di warung samping sekolah. Tidak lama setelah mengonsumsi permen yang dibeli seharga Rp 1.500 itu, belasan siswa menunjukkan gejala keracunan. Korban mengeluh nyeri dada, pusing, demam, perut melilit, dan ada beberapa yang muntah.

 

“Lima siswa tersebut yaitu Alya, Rizki, Faiz, Danu, dan Riski mengalami gejala yang cukup parah hingga harus dilarikan ke Puskesmas Kalimanah. Sementara yang korban lain dipulangkan karena mengalami gejala ringan,” ujarnya.

Baca Juga:

Bocah Asal Cilacap Ini Meninggal Usai Makan Permen

BPOM: Permen Susu Negatif Narkoba

Berdasarkan hasil keterangan pemilik warung, Harlina Agus Setianingsih, permen tersebut dia beli di Pasar Segamas, Purbalingga. Sehingga, anggota polisi bersama petugas Puskesmas mencoba mendatangi tempat kulakan di Pasar Segamas.

 

“Kami sudah memeriksa pedagang pasar bernama Muhamad Ashabul Khoir, saksi bilang dapat dari sales sekitar dua hari lalu. Saat ini kami masih menunggu datangnya sales tersebut, yang katanya besok bisa ditemui,” katanya.

 

Untuk sementara ini, polisi sudah mengamankan dua boks permen Opalmint berisi 40 kemasan. Pihaknya belum mengetahui berapa banyak permen Opalmint yang sudah dipasarkan dan ke mana saja produk itu tersebar. “Sampel permen untuk sementara sudah dibawa oleh Dinas Kesehatan dan tinggal menunggu hasil laboratorium,” katanya.

 

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, permen Opalmint merupakan permen rasa peppermint dengan kemasan karton. Warnanya beragam sesuai varian rasa yang ditawarkan. Permen ini diproduksi oleh PT Gitamadu yang alamat pabriknya belum diketahui.

 

Komposisi yang tertera di kemasan mencantumkan bahan-bahan seperti gula pasir, sirup glukosa, gelatin sapi, minyak peppermint, menthol dan pewarna biru berlian CI.42090. Meskipun diproduksi oleh perusahaan perseroan, namun izin yang tercantum adalah izin Produksi Industri Rumah Tangga (P-IRT) nomor 3093374021004-21.

 

Sementara, Palupi, ibu rumah tangga di Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah mengaku belajar dari banyaknya kasus keracunan massal yang terjadi di lingkungan sekolah, dirinya rutin membawakan bekal sekolah untuk anaknya yang duduk di kelas 3 sekolah dasar. “Untuk antisipasi biar anak nggak jajan di sekolah atau luar sekolah,” ujar dia.

Dia menyarankan, pihak sekolah tak hanya rutin melakukan sidak pedagang kaki lima yang sering berjualan di lingkungan sekolah. Tapi juga melakukan langkah preventif dengan menggelar program “bawa bekal sehat” di sekolahan.

“Program ini bisa dilakukan seminggu dua kali. Diadakan makan bekal bersama saat istirahat. Jika kegiatan ini rutin dilakukan diharapkan kebiasaan anak untuk jajan bisa berkurang,” ujarnya. (amin@satelitpost.com)