Ilustrasi

PURBALINGGA, SATELITPOST-Sebuah video seorang siswa berpakaian biru putih, yang nampak memaki-maki bahan melepas pakaian menantang duel gurunya membuat geger masyarakat Purbalingga. Video tersebut beredar dan menjadi viral di media sosial (medsos) facebook. Dikabarkan, dalam video tersebut merupakan siswa MTs Ma’arif NU 10 Krenceng, Kejobong Purbalingga.

Benar, saat itu TG dan empat temannya sedang dilakukan pembinaan, oleh guru BK, karena pada hari itu mereka bolos sekolah. Kemudian ada seorang guru lewat, mungkin karena melihat atau gimana, TG langsung menantang.

Tarwan
Waka Kesiswaan MTs Ma’arif NU 10 Krenceng

Saat dikonfirmasi, pihak sekolah membenarkan tentang hal tersebut. Siswa dalam video diketahui berinisial TG (14), siswa kelas VIII. Saat itu, TG (14) yang merupakan warga Lamuk, Kejobong itu memang memaki dan menantang berkelahi seorang guru. Meskipun saat itu guru tidak meladeni, namun TG mengatakan akan mengadang sepulang sekolah.

“Benar, saat itu TG dan empat temannya sedang dilakukan pembinaan, oleh guru BK, karena pada hari itu mereka bolos sekolah. Kemudian ada seorang guru lewat, mungkin karena melihat atau gimana, TG langsung menantang,” kata Waka Kesiswaan MTs Ma’arif NU 10, Tarwan, Senin (5/2).

Diceritakan, pagi itu, pihak sekolah diberi laporan oleh masyarakat, bahwa ada siswa yang sedang nongkrong di warung pada jam sekolah. Selanjutnya ditindaklanjuti oleh pihak sekolah. Benar adanya, siswa tersebut merupakan siswa MTs NU Ma’arif sehingga langsung diajak ke sekolah.

“Nah mereka (siswa, red) kan membawa sepeda motor, oleh guru, motor tersebut diangkut mobil. Sedangkan siswa disuruh berjalan ke sekolah, sesampainya di sekolah mereka diberikan pembinaan, nah itu video yang beredar saat dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Saat diberikan pembinaan, tiga siswa menerimanya. Namun, satu siswa yakni TG tidak terima. Pada akhirnya, mereka langsung dibuatkan surat pindah sekolah atas permintaan siswa. Atas peristiwa tersebut juga, pihak sekolah sudah mencoba koordinasi ke pihak keluarga. “Hari itu juga, pihak sekolah membuat surat pindah, itu permintaan dari siswa. Kami juga sudah lakukan koordinasi orangtuanya,” ujarnya.

Pelanggaran tata tertib sekolah, memang bukan kali ini dilakukan oleh TG. Pembinaan dari guru BK juga kerap memberikan pembinaan. Sedangkan dari akademik, dia juga bukan siswa yang menonjol. “Pelanggaran tata tertib bukan kali ini saja. Misal kalau diajak salat jemaah Zuhur juga tidak langsung mengiyakan, dari absensi juga sering bolos,” kata dia.

Ditanya terkait laporan polisi atas kasus ini, Tarwan tidak membenarkan. Bahwa peristiwa itu sudah selesai pada hari itu juga. Namun, jika ada laporan ke pihak polisi, itu bukan atas nama sekolah. Kemungkinan laporan dari personal guru. Namun, lagi-lagi pihak sekolah mengatakan tidak tahu-menahu soal itu. “Kalau pihak sekolah tidak ada laporan ke polisi, entah kalau itu personal dari guru yang bersangkutan,” kata Tarwan.

Informasi yang beredar, pertikaian TG dengan guru sekolahnya tidak berhenti di lingkungan sekolah. Pulang sekolah, TG mengadang di jalan. Pertemuan pertikaian terjadi di Lapangan Lamuk. Atas peristiwa tersebut, guru yang bersangkutan melaporkan ke pihak kepolisian. “Saya juga tidak bisa komentar kalau yang di luar sekolah, karena yang viral videonya hanya saat di sekolah,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga yang juga, KH Ahmad Muhdzir menyayangkan adanya peristiwa semacam itu. Bahkan sampaiĀ  tersebar luas di media sosial. Penanganan segera adalah mengembalikan nama baik madrasah.

“Sudah diklarifikasi bahwa anak itu tidak menantang kepala sekolah. Kami juga sudah turun untuk pembinaan kepada kepala madrasah dan guru,” kata Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Purbalingga ini.

Kemarin, pihaknya juga sudah mempertemukan semua pihak baik siswa, orangtua siswa dan pihak sekolah. Hasilnya mereka saling memaafkan dan diselesaikan secara kekeluargaan. Dia berharap, ke depan kejadian seperti itu tidak terulang lagi.

“Penanaman akhlak anak menjadi hal utama dalam pendidikan. Ada program hari iman dan takwa tiap Jumat dengan ditekankan anak menghormati guru. Ada pembelajaran taklim mutaalim atau adab belajar dan mengajar. Ini diwajibkan. Harus diajarkan di madrasah sebagai muatan lokal ke-NU-an kepada anak untuk membekali bagaimana adab mereka,” katanya.

Terkait laporan dugaan penganiayaan yang dialami guru oleh siswa tersebut, Muhdzir mengatakan karena permasalahan sudah diselesaikan secara kekeluargaan, maka guru yang bersangkutan akan mencabut laporan tersebut. “Karena masalah sudah selesai, laporan akan dicabut,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Kejobong, AKP Yanis Sri Purbono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang menanganiĀ  masalah pertikaian tersebut. Saat ini masih melakukan penyidikan terhadap kasus perkelahian antara siswa dan guru.

“Kalau ada rencana pencabutan laporan ya dipersilakan. Untuk keterangan lebih lengkap, besok (hari ini) di kantor,” katanya. ([email protected])