AJIBARANG, SATELITPOST- Desakan masyarakat terkait penyelesaian persoalan sampah di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang terus bergulir. Warga merasa bau dan pencemaran sampah yang ditimbulkan sudah tidak bisa ditolelir.

“Limbah sudah mencemari lingkungan, ada sekitar 28 lahan pertanian yang tercemar yang membuat warga menjadi enggan menggarap sawahnya. Warga sudah mengeluh berkali-kali tapi belum juga ada tindakan,” kata Suyoto Bayu Wijaya (47) Warga RT 01 RW 07 Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang, Kamis (9/8/2018).

Saat ini, lanjut dia, warga masih bersabar melakukan niatnya menutup TPST Tipar Kidul lantaran masih percaya pemerintah bisa mengentaskan masalah  tersebut.  “Kami masih melakukan perjuangan dengan langkah prosedural, kami juga sudah mengirim surat somasi ke pemerintah daerah terkait pembangunan sejumlah fasilitas di TPST yang tanpa melalui prosedur perizinan warga,” kata Suyoto yang juga sebagai Ketua Forum Silaturahmi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (MPLH) Desa Tipar Kidul ini.

Suyoto juga mengatakan, sebagai perwakilan garda terdepan perjuangan warga, MPLH sudah beberapa kali duduk bersama dengan dinas terkait, namun tidak menemui titik temu. Bahkan ia mengibaratkan, sampai cucu cicitnya pun nantinya bakal tetap seperti ini kondisinya jika tidak diselesaikan sekarang.

Warga, lanjut dia, juga sudah bijak dengan tidak secara langsung meminta TPST tersebut ditutup. Hanya saja, warga meminta secepatnya dilakukan pembenahan agar tidak mencemari lingkungan mereka. “Kami meminta‎ secepatnya dilakukan pembenahan, termasuk juga langkah perizinan secara prosedural,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kabupaten Banyumas, Suyanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku belum bisa berkomentar banyak. “Saya masih dinas di luar kota mas, hari ini rencana baru akan pulang ke Purwokerto,” katanya. (rare@satelitpost.com)