PEMAIN Manchester City merayakan keberhasilan menjadi juara Liga Inggris musim 2018-2019. ANT RTR

BRIGHTON, SATELITPOST-Manchester City (City) berhasil menjadi juara Liga Primer Inggris musim 2018-2019. Keberhasilan tersebut membuat City secara total telah empat kali menjadi juara Liga Primer Inggris sejak ajang itu digelar awal dekade 90-an.

 

 

Sebelum musim ini, City menjadi juara Liga Primer Inggris musim 2011-2012, 2013-2014, dan 2017-2018. Pencapaian City itu membuat mereka menjadi tim ketiga terbaik dalam sejarah Liga Primer Inggris terkait gelar. City hanya kalah dari Manchester United (MU) dan Chelsea.

 

 

 

MU tercatat 13 kali menjadi juara Liga Primer Inggris. Sebanyak 13 kali juara itu didapatkan saat MU masih dilatih Sir Alex Ferguson. Sejak ditinggal Ferguson di tahun 2013, MU belum pernah lagi menjadi juara Liga Primer Inggris.

 

 

Chelsea lima kali menjadi juara Liga Primer Inggris. Chelsea mendapatkan lima gelar dengan tiga pelatih berbeda. Jose Mourinho memberikan tiga gelar Liga Primer Inggris. Carlo Ancelotti dan Antonio Conte masing-masing memberikan satu gelar Liga Primer Inggris pada Chelsea.

 

 

Sementara itu, terkait keberhasilan menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini, pelatih City Pep Guardiola memberikan pandangannya. Dia mengatakan bahwa musim ini adalah musim sulit bagi City sampai kemudian menjadi juara. Dia juga mengatakan, musim ini lebih sulit daripada di musim lain saat dia membawa timnya juara liga domestik.

 

 

 

“Ini adalah titel yang paling sulit yang pernah saya dapatkan selama karier kepelatihan. Paling tidak sejauh ini,” ujar Pep di BBC. Diketahui, Pep pernah mendapatkan banyak trofi di klub-klub sebelumnya yakni Bayern Munchen dan Barcelona.

 

 

Di sisi lain, Pep berterima kasih pada Liverpool yang telah menjadi rival kuat untuk juara Liga Primer Inggris musim ini. Dia juga mengatakan, City akan lebih baik lagi di musim depan. “Kami akan lebih kuat musim depan, saya janji itu,” ujar eks pemain Timnas Spanyol tersebut seperti diberitakan goal.

 

 

Sementara, pemain City, Raheem Sterling mengatakan, Pep Guardiola adalah faktor penting keberhasilan City. “Pelatih kami memiliki mentalitas luar biasa. Dia membangun semangat untuk menang. Saya senang di sini karena bisa jadi pemenang sekaligus pembelajar,” ujar Sterling.

Pep, kata Sterling, adalah pelatih yang tak pernah menjamin posisi pemain. Adakalanya dimainkan, tapi bisa juga dicadangkan. Namun, Pep mampu menyiapkan skuat untuk siap bermain. “Seperti Riyad Mahrez kali ini. Dia jarang dimainkan, tapi bisa mencetak gol ketika diberi kesempatan,” ujar eks pemain Liverpool tersebut.

 

Diketahui, City kini juara Liga Primer Inggris empat kali dengan tiga pelatih berbeda. Pada 2012-2013 City juara Liga Primer Inggris ketika dilatih Roberto Mancini. Pada 2013-2014, City menjadi juara Liga Primer Inggris ketika dilatih Manuel Pellegrini. Sementara Pep Guardiola menjadi pelatih saat City menjadi juara dua musim belakangan.

 

Sebelumnya, saat kasta tertinggi sepak bola Inggris belum bernama Liga Primer Inggris alias masih bernama Divisi Satu, City pernah juara musim 1936-1937 dan 1967-1968. Di musim 1936-1937 City dilatih Wilf Wild. Pada musim 1967-1969 City dilatih Joe Mercer.

 

Dengan begitu, jika melihat sejarah City, maka Pep Guardiola adalah pelatih terhebat yang melatih City jika ukurannya adalah juara Liga Inggris. Sebab, Pep adalah pelatih City pertama yang mampu memberikan dua gelar Liga Primer Inggris pada City. (kholil@satelitpost.com)