MOSCOW, SATELITPOST-Inggris harus mematikan Luka Modric agar bisa memenangkan laga melawan Kroasia. Inggris akan melawan Krosia di babak semifinal Piala Dunia 2018, Kamis (12/7) mulai pukul 01.00 WIB. Pertandingan ini rencananya akan disiarkan langsung TRANS TV.

Pernyataan Inggris harus mematikan Luka Modric diutakan analis sepak bola Jermaine Jenas. Jenas adalah mantan pemain sepak bola yang pernah satu klub dengan Modric di Tottenham Hotspur. Bagi Jenas, Modric adalah gelandang yang serba bisa. Dia bisa bermain sebagai gelandang bertahan, juga bisa sebagai pengatur serangan.

“Luka adalah tipe pemain yang bisa mengatur tempo permainan. Dia mampu membuat timnya mengontrol pertandingan,” ujarnya seperti diberitakan BBC. Modric sudah membuktikan sebagai pemain yang bisa mengatur tempo permainan di piala dunia kali ini.

Dia adalah pemain yang rajin membagi bola dan mengancam gawang lawan dari tendangan jarak jauh. Modric sudah membuat dua gol di piala dunia kali ini. Satu melalui penalti saat melawan Nigeria dan satu melalui tendangan jarak jauh ketika melawan Argentina.

Bukan hanya mencetak gol, Modric pun sudah mampu memberi assist pada koleganya untuk menjebol gawang lawan. Modric memberi umpan pada Domagoj Vida untuk membobol gawang Rusia di babak perempatfinal.

Situs whoscored memberi nilai tertinggi bagi Modric dibanding pemain Kroasia lain di piala dunia kali ini. Dalam satu laga, Modric mampu membuat 86 kali umpan terukur pada teman-temannya. Singkat kata, Modric yang kini sudah berusia 32 tahun, bagi Jenas, adalah satu di antara gelandang yang menonjol di piala dunia kali ini.

Permasalah Inggris akan jadi runyam jika Modric tak dimatikan. Menurut Jenas, Modric, Rakitic, Rebic, dan Perisic adalah kuartet gelandang paling bagus di piala dunia kali ini. Jika Modric mampu mengatur irama permainan, maka Rakitic, Rebic, dan Perisic akan makin menggila.

Dengan komposisi saat ini, pemain yang memungkinkan mematikan Modric dari Timnas Inggris adalah Jordan Henderson. Posisi Henderson sebagai gelandang jangkar bisa menjadi pembunuh aksi Modric di laga nanti. Kedua pemain ini sudah bertemu di final Liga Champions Mei lalu. Saat itu, Modric yang membela Real Madrid menang 3-1 atas Liverpool yang dibela Henderson. Sayangnya, jelang laga melawan Kroasia, Henderson mengalami masalah di lututnya. Hanya saja, belum diketahui apakah Henderson akan absen atau bermain di hari H nanti.

Kyle Walker, pemain belakang Inggris pun mengakui jika Modric adalah gelandang terbaik dunia saat ini. Namun, dia tak terlalu memikirkan bagaimana Kroasia akan bermain. “Yang penting, kami harus fokus pada diri sendiri dan melakukan apa yang kami rencanakan. Saya yakin, Kroasia pun memiliki kekhawatiran saat bertemu dengan kami,” ujarnya.

Walker mengatakan, ini adalah kesempatan terbagus Inggris untuk bisa melaju ke final. Sebab, sudah sangat lama Inggris tak bermain di final piala dunia. Terakhir kali Inggris bermain di final piala dunia adalah pada 1966. Saat itu Inggris menjadi juara setelah mengalahkan Jerman Barat 4-2.

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic sesumbar timnya tak takut pada Inggris. “Kami percaya dengan kekuatan yang kami punya,” ujarnya di BBC. Dia pun mengaku tak khawatir menghadapi penyerang Inggris Harry Kane yang saat ini menjadi pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2018.

Dia mengatakan, para pemain Kroasia sudah berpengalaman berhadapan dengan pemain kelas dunia. Sebab, di laga melawan Argentina dan Denmark, Kroasia mampu mematikan Lionel Messi dan Christian Eriksen. (lil)