Pep Guardiola. REUTER via ANTARA
Pep Guardiola. REUTER via ANTARA

Otoritas sepak bola Inggris (FA) mendenda pelatih Manchester City Pep Guardiola 20 ribu poundsterling atau kisaran setara Rp 380 juta. Hal itu seperti diberitakan telegraph.co.uk. Denda itu diberikan karena Pep Guardiola mengenakan pita kuning saat mendampingi timnya berlaga.

Pita kuning itu dikenakan Guardiola karena dia mendukung politisi Catalan yang mendukung kemerdekaan daerah tersebut dari Spanyol. Seperti diketahui, Catalan beberapa kali bergejolak karena sebagian besar masyarakat di sana ingin lepas dari Spanyol dan menjadi negara tersendiri.

Adapun Guardiola adalah lelaki kelahiran Santpedor yang merupakah wilayah Catalan. Semasa menjadi pemain dia juga menghabiskan banyak kariernya di Barcelona, klub terkemuka dari daerah Catalan. Pep pun mengawali kariernya sebagai pelatih di Barcelona dan sukses memberi banyak gelar. Karena kedetakan itulah Pep memutuskan untuk menggunakan pita kuning.

Namun, pihak FA menilai bahwa apa yang dilakukan Pep adalah upaya membawa masalah politik di dunia sepak bola. Padahal, membawa masalah politik di dunia sepak bola dinilai tabu. Martin Glenn kepala eksekutif FA membeberkan beberapa waktu lalu bahwa apa yang dilakukan Guardiola adalah simbol politik. Glenn pun mengatakan, lebih banyak warga Spanyol yang tak pro dengan kemerdekaan Catalan.

Atas pernyataan Glenn itu, Pep pernah mengungkapkan pendapatnya. “Kesan saya pertama kali mendengarnya (pernyataan Glenn, red), dia tidak mengerti dengan tepat apa arti pita kuning,” kata Guardiola.

Pep pun belakangan memilih tak akan memakai pita kuning dalam pertandingan. Namun, Pep akan tetap memakai pita kuning sebelum atau setelah pertandingan, di mana hal itu memungkinkan dilakukan. Pep pun menolak meminta maaf atas langkahnya yang memakai pita kuning saat laga dilangsungkan beberapa waktu lalu. (lil)