Diego Maradona REUTER via ANTARA
Diego Maradona REUTER via ANTARA

BUENOS AIRES, SATELITPOST-Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona berbicara tentang peluang negaranya menjadi juara Piala Dunia 2018. Menurutnya, satu faktor paling penting dari Timnas Argentina saat ini adalah Lionel Messi.

Maradona mengatakan, pelatih Argentina saat ini, Jorge Sampaoli sangat beruntung karena memiliki Lionel Messi. “Argentina memiliki 60 persen kesempatan menjadi juara di Piala Dunia 2018 selama Messi bermain bagus,” kata Maradona seperti diberitakan mundoalbiceleste.

Dua mengatakan, jika Messi bisa bermain maksimal di Piala Dunia, maka kesempatan Argentina menjadi juara sangat besar. Bahkan, saking ekstremnya, menurutnya, pemain lain di Timnas Argentina tak bisa menggantikan peran Messi.

Dia mengibaratkan Argentina adalah kumpulan penyanyi paduan suara. “Pemain lain bisa bernyanyi, tapi tak ada yang bisa bernyanyi seperti Messi. Yang bisa menyanyi seperti Messi adalah Messi, tak ada yang lain,” katanya.

Argentina diketahui susah payah lolos ke Rusia 2018. Mereka memastikan lolos di laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. Kala itu, di laga terakhir Argentina mampu membantai Ekuador 3-1. Kemenangan Argentina atas Ekuador ditentukan oleh tiga gol Lionel Messi.

Di Piala Dunia 2014, Argentina nyaris menjadi juara. Saat itu, Argentina bisa lolos sampai final. Sayangnya, di final, Argentina kalah 0-1 dari Jerman melalui gol tunggal yang dibuat Mario Gotze.

Setelah Piala Dunia 2014, peruntungan Argentina tak bagus. Mereka dua kali masuk final di kejuaraan Amerika Selatan. Pada 2015 Argentina kalah melalui adu penalti dari Chile di final Coppa America. Setahun berselang Argentina kembali kalah melalui adu penalti dari Chile di final Coppa America Centenario.

Mengulang 1986?

Terakhir kali Argentina juara pada 1986. Saat itu, Maradona adalah bintang serta kapten tim. Dia bisa dikatakan bermain sendirian karena menjadi pusat permainan dan pusat kepemimpinan. Pemain lain di Argentina 1986 hanya seperti pelengkap saja.

Kondisi 1986 bisa dikatakan mirip dengan Argentina saat ini. Tanpa Messi Argentina kelimpungan memenangkan pertandingan. Hal itu bisa dilihat dari kualifikasi Piala Dunia 2018. Ketika Messi tak bermain, persentase kemenangan Argentina sangat sedikit.

Ketika Argentina tak diperkuat Messi di kualifikasi Piala Dunia 2018, total Argentina hanya menang sekali, seri empat kali, dan kalah tiga kali. Saat Messi bermain Argentina menang enam kali, seri tiga kali, dan kalah sekali. Dengan fenomena ketergantungan pada satu pemain ini, apakah Argentina 2018 akan seperti Argentina 1986, kita lihat saja nanti di Rusia. (lil)