Pep Guardiola REUTER via ANTARA
Pep Guardiola REUTER via ANTARA

LIVERPOOL, SATELITPOST-Pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris, Manchester City akan dijamu tim yang kini ada di posisi dua klasemen sementara Liga Primer Inggris, Liverpool. Pertandingan akan dilaksanakan pada Minggu (7/10) mulai pukul 22.30 WIB. Rencananya pertandingan akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi RCTI.

Pertandingan ini akan jadi adu taktik dua pelatih kenamaan. Jurgen Klopp di sisi Liverpool dan Pep Guardiola di sisi Manchester City. Jika mengacu para pertemuan-pertemuan terdahulu, tim yang diasuh Pep Guardiola sering kesulitan ketika berhadapan dengan tim yang diasuh Jurgen Klopp.

Pada 23 Juli 2013, Bayern Munchen yang kala itu dilatih Pep Guardiola bertemu dengan Borussia Dortmund yang dilatih Jurgen Klopp. Secara mengejutkan, Dortmund mampu mengalahkan Munchen 4-2 di ajang Piala Super Jerman tersebut. Itu adalah laga resmi pertama Pep saat melatih Munchen. “Itu jadi pelajaran penting saya saat di Jerman,” kata Pep beberapa waktu lalu.

Kisaran satu tahun setelahnya, Munchen kembali bertemu Dortmund di ajang yang sama. Hasilnya, Munchen kembali kalah. Saat itu Dortmund mengalahkan Munchen 2-0. Imbasnya, Dortmund berhasil menjadi juara Piala Super Jerman.

Pada musim 2016-2017, Pep dan Klopp kembali harus bertemu karena keduanya menjadi pelatih di Liga Inggris. Pep melatih Manchester City dan Klopp melatih Liverpool. Di musim 2016-2017 itu Pep dan Klopp bertemu dua kali. Hasilnya, Liverpool menang sekali dan satu laga berakhir seri.

Musim lalu, kedua tim bertemu empat kali. Saat laga perdana di Liga Inggris, Manchester City mampu menang 5-0. Namun, kemenangan itu tak lepas karena Liverpool bermain 10 orang usai Sadio Mane mendapatkan kartu merah. Saat pertandingan dilakukan di kandang Liverpool, Manchester City keok 4-3.

Dua pertandingan lain terjadi di semifinal Liga Champions. Di dua laga, City selalu kalah. Saat main di kandang Liverpool, City kalah 0-3. Saat main di kandang sendiri, City kalah 1-2. Maka, sekali lagi, walaupun Pep pernah mengalahkan anak asuh Jurgen Klopp, namun Pep terlihat sering kesulitan melawan tim yang diasuh Klopp.

Jelang laga Minggu (7/10), Pep sudah mewanti-wanti serangan balik cepat yang mungkin akan diperagakan Liverpool. Serangan balik cepat ini berkaitan dengan lini depan Liverpool yang memang diisi pemain cepat seperti Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah.

Pep mengatakan, untuk mengantisipasi serangan balik, dia lebih suka memasang tiga pemain belakang daripada empat pemain belakang. Hal itu yang kemungkinan akan dilakukan Pep saat City melawan Liverpool.

Satu hal yang juga cukup menguntungkan City jelang laga melawan Liverpool adalah pencapaian buruk Liverpool dalam tiga laga terakhir. Mereka tak pernah menang. Liverpool kalah dari Chelsea di Piala Liga Inggris dan kalah dari Napoli di Liga Champions. Satu laga lain adalah bermain seri melawan Chelsea di Liga Primer Inggris.

Sementara, City memiliki modal bagus sebelum melawan Liverpool. Setelah kalah 1-2 dari Lyon di Liga Champions, City selalu bisa memenangkan pertandingan di empat laga terakhir. Terbaru, mereka mampu mengalahkan Hoffenheim di ajang Liga Champions. Dengan segala modal dan sejarah yang ada, patut ditunggu seperti apa pertarungan taktik antara Klopp dengan Pep pada Minggu (7/10) nanti.

Satu hal lagi, laga ini juga akan menentukan siapa yang akan berada di puncak klasemen sementara. Saat ini, City ada di puncak klasemen sementara dengan 19 poin. Liverpool ada di posisi dua klasemen sementara dengan 19 poin. City ada di puncak karena memiliki selisih gol lebih bagus dari Liverpool. Jika City menang, maka puncak klasemen tetap akan ada di tangan City. Sementara, jika Liverpool menang, puncak klasemen akan ada di tangan Liverpool. (lil)