Claudio Ranieri (kiri) saat masih melatih Leicester City. REUTER via ANTARA
Claudio Ranieri (kiri) saat masih melatih Leicester City. REUTER via ANTARA

ROMA, SATELITPOST-Claudio Ranieri mengemuka sebagai salah satu calon pelatih Timnas Italia. Namun, perlu diketahui, Ranieri memiliki rekam jejak yang buruk ketika membesut timnas.

“Setiap pelatih asal Italia tentu sangat senang jika bisa menjadi pelatih Timnas Italia,” kata Ranieri menanggapi rumor dia akan menjadi pelatih Timnas Italia seperti diberitakan football italia.

Dalam karier kepelatihannya, Ranieri lebih sering menjadi pelatih klub. Dia pernah agak sukses ketika melatih Fiorentina di dekade 90-an. Kala itu, dia mampu membawa Fiorentina promosi ke Liga Italia Serie A. Dia juga pernah membawa Fiorentina juara Coppa Italia dan Piala Super Italia.

Ranieri juga mengorbitkan legenda sepak bola Argentina, Gabriel Batistuta. Saat Ranieri melatih Fiorentina, Batistuta masuk skuat Fiorentina. Dia juga cukup berhasil melatih Valencia pada akhir 90-an dan awal 2000-an. Dia mampu membawa Valencia juara Copa del Rey dan juara Piala Super Eropa. Namun, prestasi paling fenomenal Ranieri adalah membawa Leicester City juara Liga Inggris musim 2015-2016. Itu adalah prestasi paling bagus Ranieri selama menjadi pelatih.

Uniknya, saat menjadi pelatih tim kelas atas, Ranieri malah tak berprestasi apapun. Dia pernah melatih Inter Milan, AS Roma, Chelsea, dan Juventus. Namun, di keempat klub itu Ranieri tidak bisa memberikan gelar apapun.

Nah, satu-satunya rekam jejak Ranieri saat membesut timnas adalah saat dia melatih Timnas Yunani. Namun, prestasinya jeblok. Dia melatih Yunani usai Piala Dunia 2014. Dia hanya melatih Yunani dalam empat bulan. Dalam rentang waktu itu, Ranieri membawa Yunani kalah tiga kali dan seri sekali. Pencapaian buruk itu membuat Ranieri dicopot dari jabatan pelatih Timnas Yunani. (lil)