SKUAD PERSIBAS BANYUMAS.

PURWOKERTO, SATELITPOST-Persibas Banyumas harus puas menyudahi putaran pertama Liga 2 di posisi kelima klasemen sementara. Dilihat dari fakta tersebut, Laskar Bawor dapat dikatakan sudah tak punya lagi kesempatan untuk bermain di babak lanjutan kompetisi tersebut.

Meski demikian, asa untuk maju agaknya belum pupus sepenuhnya. Sebab, sampai saat ini, jajaran Manajemen Kesebelasan tersebut masih melayangkan protes kepada Ketua PSSI dan PT LIB. Protes yang disampaikan dalam bentuk tuntutan resmi tersebut merupakan buntut indikasi kecurangan yang dilakukan oleh Persibat Batang. Yakni, terkait dugaan penggunaan pemain yang tengah menjalani larangan bermain dalam  pertandingan kontra Persibas Banyumas dan Persijap Jepara.

“Sampai saat ini belum ada keputusan. Tapi, kami dan Persijap sudah melayangkan tuntutan. Persijap bahkan berencana untuk mengajukan PK agar PT LIB mampu menjalankan regulasi dengan benar dan jujur,” ujar Manajer Persibas Banyumas, dr Teguh Ariyanto.

Menurutnya, sampai saat ini, jajaran manajemen, pelatih, serta tim masih menunggu hasil keputusan dari sidang Komdis PSSI. “Kita masih menunggu hasilnya. Surat sudah dikirim, semoga protes kami dikabulkan dalam sidang nanti,” ujar dia.

Sementara guliran protes berjalan, dr Teguh juga mengatakan, sejauh ini tim tetap menjalani latihan. Yakni, di Lapangan Brimob Watumas pada hari Senin dan Selasa di Stadion Satria.

Sebelumnya diberitakan, protes atas ketidaktegasan komdis dalam menyikapi indikasi kecurangan Persibat sempat juga dilayangkan oleh PSCS Cilacap. Jika protes beberapa tim ini mendapatkan respons positif dari penyelenggara, maka bukan tidak mungkin asa Persibas  untuk melaju ke babak playoff Liga 2 akan kembali terbuka.(pan)