PARA pemain Turki saat merayakan kemenangan atas Prancis di kualifikasi Euro 2020, pekan lalu.
PARA pemain Turki saat merayakan kemenangan atas Prancis di kualifikasi Euro 2020, pekan lalu.

REYKJAVIK, SATELITPOST-Sepak bola telah memunculkan ketegangan antarnegara. Hal itu terlihat jelas di antara negara yang tergabung dalam grup H kualifikasi Euro 2020.

Pemerintah Turki melakukan protes keras pada Islandia. Pasalnya, skuat Turki diperlakukan tak manusiawi saat berada pada bandara di Islandia. “Perlakuan tidak hormat pada tim nasional kami di Islandia tak dapat diterima. Negara dan bangsa selalu berdiri di samping tim nasional,” ujar juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin seperti diberitakan BBC.

Penyerang Timnas Turki, Burak Yilmaz membeberkan bahwa skuat Turki harus menunggu berjam-jam di bea cukai bandara untuk proses kepabeanan. Hal ini sangat disayangkan karena harusnya ada proses cepat yang didapatkan oleh awak Timnas Turki sebagai tamu. Suasana makin memanas saat ada sikat pembersih toilet disodorkan depan muka pemain senior Turki Emre Belozoglu kala wawancara sembari berjalan di bandara.

Perlakuan tak enak yang dialami Turki tersebut bertambah menyedihkan saat pertandingan melawan Islandia, mereka kalah. Islandia mencetak gol melalui Ragnar Sigurdsson di menit 21 dan 32. Sementara satu gol Turki dibuat Dorukhan Tokoz di menit 40. Dikutip livescore, sebenarnya Turki unggul dalam penguasaan bola.

Turki menguasai bola sampai 62 persen, sementara Islandia menguasai bola 38 persen. Hanya saja, Turki kalah dalam hal peluang mencetak gol. Turki memiliki tiga peluang mencetak gol dengan satu di antaranya menjadi gol. Sementara, Islandia memiliki delapan peluang mencetak gol dengan dua di antaranya menjadi gol.

Selain masalah Turki dengan Islandia, Prancis yang juga tergabung di grup H memberi reaksi atas laga di Turki. Pekan lalu, Prancis secara mengejutkan kalah 0-2 dari Turki. Namun, ada satu hal yang membuat pemerintah Prancis berang.

Presiden Prancis Emmanuel Macron tak terima perlakuan pendukung Turki. Saat Turki menjamu Prancis, pendukung Turki tidak memberikan penghormatan yang selayaknya. Kala lagu kebangsaan Prancis dinyanyikan, pendukung Turki memilih memberi siulan.

Panasnya suasana di luar sepak bola pada grup H juga tercermin dalam persaingan di papan klasemen. Prancis, Turki, dan Islandia sama-sama memiliki nilai 9 dari empat pertandingan. Namun, karena head to head, Prancis ada di posisi pertama, Turki di posisi dua, dan Islandia di posisi tiga.

Di laga terbaru, Prancis mampu bangkit saat dijamu Andorra. Prancis mampu mengalahkan Andorra 4-0. Gol pertama Prancis dibuat Kylian Mbappe di menit 11 setelah menerima umpan Antoine Griezmann. Gol kedua Prancis dibuat penyerang keturunan Tunisia Wissam Ben Yedder di menit 30 setelah menerima umpan Florian Thauvin.

 

Di menit 45 giliran Thauvin yang mencetak gol setelah menerima umpan Mbappe. Di menit 60, bek Kurt Zouma mampu menjebol gawang Andorra. Diketahui, dua tim teratas klasemen akhir kualifikasi Euro 2020 grup H akan lolos ke Euro 2020. (kholil@satelitpost.com)