Dimas Pandu Dewanto, Pemilik Angkringan Gewok

Siapa bilang menjadi mahasiswa tidak bisa berbuat apa pun, apalagi menjadi wirausahawan? Dimas Pandu Dewanto, mahasiswa FISIP Unsoed angkatan 2015 ini sudah membuktikannya. Meski masih berstatus sebagai mahasiswa, dia bisa menjalani kuliah sekaligus menjalankan usahanya, Angkringan Gewok.

Angkringan Gewok ia buka sejak Mei 2018 lalu. Diakuinya, dia sempat malas kuliah di awal masa perkuliahan. Karena kesukaannya pada Angkringan, ia pun memilih membuka angkringannya sendiri. Sempat terkendala biaya, Dimas sama sekali tidak memiliki modal untuk memulai usahanya tersebut.

“Awal membangunnya memang tanpa uang sepeser pun. Saya cuma mempunyai tekad membuktikan bisa menghasilkan produk bermanfaat untuk orang lain. Alhamdulillah berkat doa ibu, saya diberikan jalan dengan modal uang pinjaman Rp 200 ribu untuk sewa gerobak. Selanjutnya dipertemukan dengan teman yang membantu saya meminjamkan modal, akhirnya terjalin kerjasama mengelola usaha ini,” katanya.

Angkringan Gewok berkonsep kesederhanaan, dipadukan kopi didukung rumah Jawa. Tantangannya selalu ada, terutama lokasi yang sedikit jauh dari kota. “Saya tetap optimistis hanya dengan tiga sasaran utama, yakni lingkungan sekitar, perumahan, dan mahasiswa. Pembedanya, tentu harganya,” ujarnya.

Usahanya tersebut,  tidak hanya mendatangkan keuntungan untuk dirinya saja. Tapi lewat Angkringan Gewok, tercipta perputaran perekonomian bagi warga sekitarnya.

“Pasang surut sudah dilalui, mulai dari kewalahan melayani konsumen sampai kondisi yang sangat sepi. Saya selalu ingat kata ibu, jangan takut makanan tidak laku tapi khawatirlah saat usaha sedang ramai. Dukungan orangtua yang selalu menguatkan saya,” kata dia. (alf)