Lambatnya laju pertumbuhan perbankan syariah antara lain disebabkan karena kurangnya sosialisasi di masyarakat.  Dalam rangka sosialisasi perbankan syariah kepada kalangan pedagang pasar dan masyarakat umum, Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia korwil Barlingmascakeb akan mengadakan Grebek Pasar yang akan diselenggarkan di Pasar Wangon pada tanggal 23 Sepetember 2017 dari jam 8 pagi sampai dengan selesai. Masyarakat yang membuka rekening tabungan pada hari itu akan mendapatkan sovenir menarik dari penyelenggara acara.

Bentuk sosialisasi ini dirasa paling pas mengingat para pedagang pasar harus menunggu lapak dagangan sehingga petugas bank yang akan mendatangi pedagang di dalam kios pasar untuk menawarkan berbagai produk perbankan yang ada di bank syariah. Produk penyimpanan dana dan penyaluran dana akan diperkenalkan dengan tuntas pada acara ini. Cara ini dirasa yang paling efektif untuk jemput bola kepada pengguna jasa perbankan di pasar, mengingat kondisi mereka rata-rata tidak bisa meninggalkan lapak atau kios karena menunggu dagangan mereka.

Bentuk sosialisasi yang  sudah pernah dilakukan oleh Asbisindo Barlingmascakeb dalam rangka sosialisasi bank syarah meliputi berbagai ragam  bentuk acara.  Diantaranya adalah Gebyar Syariah di pusat perbelanjaan Moro, Seminar-seminar tentang perbankan syariah di beberapa perguruan tinggi di Purwokerto, siaran di televisi dan sosialiasai yang diadakan di sekolah sekolah dan pondok-pondok pesantren. Hal ini dilakukan oleh seluruh pelaku industri bank syariah dan Otoritas Jasa Keuangan agar seluruh masyarakat lebih paham tentang bank syariah.

Program sosialisasi ini masih akan terus bergulir sepanjang tahun untuk terus memberikan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai perbankan syariah. Banyaknya pelaku ekonomi yang belum memanfaatkan jasa perbankan syariah disinyalir juga disebabkan karena minimnya pengetahuan mereka tentang apa itu perbankan syariah dan mengapa bank syariah berbeda dengan perbankan yang beroprasi dengan sistem bunga.

Banyaknya info yang menyudutkan perbankan syariah sedikit banyak mempengaruhi penilaian masyarakat tentang bank syariah. Bahwa tidak ada perbedaan hakiki antara bank syariah dan bank konvensional. Kondisi ini harus terus diluruskan karena secara prinsip operasional,  jelas beda antara bank dengan prinsip syariah dan bank konvensional.

Jika kita menabung di bank syariah, pada intinya kita sedang berikhtiar untuk membentengi harta kita untuk tidak bercampur dengan harta-harta masyarakat yang diputar untuk bisnis apa saja sepanjang menguntungkan secara bisnis.

Dana kita yang terkumpul di bank syariah hanya akan disalurkan kepada bisnis yang diperbolehkan secara Islam untuk bisa didanai. Bisnis ini tidak boleh digunakan untuk sesuatu yang mengandung unsur haram, penuh ketidakpastian, perjudian dan bisnis-bisnis lain yang dilarang oleh agama. Dengan adanya aturan tegas ini, perputaran uang kita yang disimpan di bank syariah sudah mendapat pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah untuk menjaga kehalalan dan ketoyibannya. Minimal dana kita dijamin tidak mungkin mendanai bisnis minuman keras misalnya, bisnis yang sering disalahgunakan sebagai kedok misalnya bisnis karaoke, bisnis yang mengandung zat haram seperti peternakan babi dan sebagainya.

Dengan niat untuk menjaga harta kita peruntukannya hanya untuk kebaikan, sebaiknya kita sudah mulai berpikir untuk memanfaatkan produk-produk bank syariah karena kebaikan penyimpan di bank syariah diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah. Semoga dengan ikhtiar ini kita semua bisa lebih mudah menjalankan bisnis dan bermuamalah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Quran dan hadish Rosululloh. Tak kenal maka tak sayang, mari ramaikan perbankan syariah dengan membuka rekening di seluruh layanan bank syariah yang sudah merata ada di sekitar kita. (*)