AKTIVITAS pedagang beras di Pasar Tanjungsari Cilacap tengah beberapa saat lalu.SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Harga beras di pasaran masih terus mengalami kenaikan. Meskipun, panen padi sudah dimulai di beberapa tempat seperti Cilacap.

Masyarakat pun mulai mengeluhkan dengan semakin tingginya harga beras ini. Seperti yang disampaikan Sutaryo (48), warga Cilacap Selatan dia mengatakan jika istrinya mengeluhkan harga beras naik setiap hari.

Naik terus setiap hari, saya juga bingung kalau kulakan di pasar, setiap hari naik

Mumun
Pemilik Warung Sembako

“Katanya surplus, tapi harga beras naik terus. Masa satu kilogram beli Rp 13.500 sampai Rp 14 ribu yang beras biasa beli Rp 11 ribu,” ujarnya, Selasa (9/1) kemarin.

Meskipun bukan dia yang belanja, namun istrinya di rumah mengeluh jika harga beras naik. Ditambah kebutuhan lainnya yang juga mengalami kenaikan.

Ina (27), warga lainnya mengaku kenaikan beras ini terjadi setiap hari, pada beberapa hari terakhir. “Setiap hari harganya beda-beda, padahal belinya saya paling lima kilogram, mau tidak mau ya harus dibeli, karena kebutuhan,” katanya.

Kenaikan harga beras ini, kata dia, sangat mempengaruhi belanjaan lainnya. Sehingga mau tidak mau belanjaan lainnya menyesuaikan.

Pemilik warung sembako dan kelontong di Kelurahan Sidanegara, Mumun mengatakan jika memang sudah beberapa hari ini harga beras selalu naik setiap hari. Untuk beras super dijual dengan harga Rp 15 ribu, beras jenis Saigon dijual dengan harga Rp 14 ribu biasanya dijual Rp 12 ribu, beras C4 super dijual dengan harga Rp 13 ribu biasanya dijual Rp 11 ribu, dan beras biasa dijual haga Rp 11 ribu yang biasa dijual Rp 9.500.

“Naik terus setiap hari, saya juga bingung kalau kulakan di pasar, setiap hari naik,” ujarnya.

Namun meski mengalami kenaikan harga secara signifikan, warga mengaku terpaksa tetap membeli beras. Hanya jumlahnya tak sebanyak biasanya.

“Misalnya kan kalau bawa duit berapa mau beli beras, minyak, dan kebutuhan lainnya. Ini beras naik, jadi uangnya kurang, ada yang ngutang ada juga yang mengurangi belanjaannya,” ujarnya.

Dia mengaku tidak mengetahui secara persis alasan kenaikan harga beras ini. Karena saat ditanya kepada penjual di pasar,  sudah naik dari penjual sebelumnya.

Sementara itu berdasarkan data perkembangan harga rata-rata kebutuhan pokok dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Cilacap, harga beras yang terpantau pada Selasa (9/1) kemarin yakni IR64 (kw super) di Pasar Tanjung Sari, Sidodadi dan Pasar Gede dijual dengan harga Rp 12.500, sedangkan harga beras IR64 (kw medium) dengan harga rata-rata jual Rp 11.500.

Sedangkan kebutuhan lainnya, seperti harga daging sapi murni seharga Rp 110 ribu/kg, daging ayam ras dengan harga Rp 37 ribu/kg, dan daging ayam kampung Rp 60 ribu/kg. Sedangkan harga telur ayam ras Rp 24 ribu/kg, telur ayam kampung Rp 42 rb/kg, gula pasir kristal putih dengan harga Rp 11.500, serta minyak goreng bimoli botol Rp 15 ribu/botol. (ale)