SESEPUH Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) Kalikudi Kunthang Sunardi saat menunjukkan batu bata jumbo misterius yang ditemukan di sawah warga, Minggu (4/11).SATELITPOST/ANDRIAN

Belum lama masyarakat Adipala digegerkan dengan penemuan batu bata kuno ukuran jombo atau sekitar empat kali lipat dari yang sering dijumpai sekarang. Yang kemudian membuat penasaran warga hingga peneliti untuk mengetahui asal muasal dari benda tersebut.

 

Kini masyarakat Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala Cilacap kembali dikejutkan dengan temuan benda atau semacam batu yang diduga artefak kuno dengan ukuran kurang lebih 40 sentimeter dan panjang 50 sentimeter. Temuan tersebut tidak jauh dari penemuan batu bata kuno sebelumnya.

 

Pemangku Adat Paguyuban Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) Kalikudi Kunthang Sunardi mengatakan, benda yang berbentuk menyerupai kapsul tersebut ditemukan tak jauh dari penemuan batu bata. Dimana ditemukan petani yang pada waktu itu sedang menggarap sawahnya sebelum melakukan penanaman.

 

“Pada tanggal 31 Oktober hari Rabu, petani tersebut ke sawah meratakan tanah. Kemudian tiba-tiba menginjak batu dan terpeleset, selanjutnya digali dan ditemukanlah artefak atau apa sejenisnya,” katanya, Minggu (4/11).

 

Seorang petani yang diketahui bernama Miskam tersebut kemudian bersama warga lain mengangkat batu itu yang sebagian patah. Kemudian tidak jadi dievakuasi, melainkan tetap masih di tempat asal setelah berkoordinasi dengan Peneliti Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jateng-DIY.

 

Sementara itu di sekitar tempat penemuan kemudian diberi tanda dengan menancapkan beberapa batang kayu dan tali. Beberapa kali ujung tongkat juga menyentuh benda keras di bawah lumpur. Namun belum bisa dipastikan benda apa, kemudian diberi tanda berjarak sekitar 2×3 meter.

 

Lebih lanjut, kata dia, sebelum ditemukan benda tersebut dan membuat geger warga, pemilik sawah yang ada di sebelahnya juga mengaku pernah menemukan benda semacam bata jumbo. Namun hal tersebut masih dianggap bata biasa dan tidak terlalu mempedulikan. “Makanya sekarang kalau menemukan hal-hal yang aneh agar segera diberi tanda supaya bisa dilakukan penelitian,” katanya.

 

Beberapa pekan sebelumnya BPCB telah meninjau langsung kelokasi kejadian. Bahkan sempat membawa contoh artefak yang pertama yakni batu bata untuk dilakukan penelitian lebih jauh. “Kita masih menunggu hasil kajiannya,” katanya.

 

Sementara karena kondisi sawah saat ini sudah terendam air dan berlumpur, penelitian di lokasi penemuan kemungkinan akan dilakukan setelah pasca panen. (and)