WARGA beriringan membawa gunungan hasil bumi yang akan diberikan kepada kera ekor panjang dalam Festival Rewanda Bojana di sekitar Masjid Saka Tunggal, Cikakak, Wangon, Banyumas, Minggu (7/10/2018).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH
WARGA beriringan membawa gunungan hasil bumi yang akan diberikan kepada kera ekor panjang dalam Festival Rewanda Bojana di sekitar Masjid Saka Tunggal, Cikakak, Wangon, Banyumas, Minggu (7/10/2018).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

Agenda tahunan Festival Rewanda Bojana 2018 yang digelar Minggu (7/10/2018) berlangsung meriah. Lebih dari seribuan pengunjung memadati kawasan habitat kera ekor panjang  yang berada di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas ini.

 

Sayangnya, festival yang ditujukan memberi makan kepada kera kali ini ‎berjalan tidak sesuai rencana. Dari 22 gunungan buah-buahan yang sedianya diberikan kepada ratusan kera ekor panjang yang berada di sekitar Masjid Saka Tunggal justru habis diperebutkan oleh pengunjung.  Tak sedikit pengunjung dan wisatawan yang kecewa dan menyayangkan hal tersebut.

 

Seorang wisatawan, Gandi (35) mengaku sangat kecewa karena yang seharusnya menjadi acara inti tidak berjalan seperti yang diharapkan.  “Kok bisa begini ya? Padahal dari publikasi yang saya baca di akun instagram Dinporabudpar dan beberapa akun lainnya ini festival memberi makan kera, tapi justru keranya tidak mendapat makanan,” kata warga Tasikmalaya ini.

 

Hal senada juga diungkapkan, pengunjung lainnya, Firman (30). Warga Purwokerto Selatan ini menyebut tidak tertibnya pengunjung membuat festival yang seharusnya menarik tersebut menjadi kacau. “Gunungan kan seharusnya untuk rebutan koloni kera yang ada, malah habis jadi rebutan orang-orang. Perasaaan, gunungan hasil bumi yang direbutkan orang sudah ada acaranya sendiri dalam ruwat bumi di Baturraden minggu kemarin,” katanya dengan nada heran.

 

Sementara,‎ Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas Asis Kusumandani saat dikonfirmasi mengatakan, gunungan buah-buahan sebanyak 22 yang berasal dari desa- desa yang ada di Kecamatan Wangon  memang diperuntukan untuk ratusan kera.

 

” Seperti pada gelaran festival sebelum- sebelumnya. Gunungan akan diperebutkan ratusan kera yang sudah hidup berdampingan dengan warga ini. Ratusan kera yang turun dan menyerbu gunungan inilah yang menjadi daya tarik dari festival ini,” katanya.

 

Namun, lanjut dia, karena membludaknya penonton yang hadir hingga berjumlah ribuan ini ketertiban menjadi tidak maksimal. Penonton justru yang  berebutan mengambil buah- buahan yang seharusnya diberikan kepada ratusan kera. Padahal menurutnya,  Dinporabudpar  sebagai penyelengara dan masyarakat Desa Cikakak, sudah berupaya untuk menjaga ketertiban pengunjung.

 

‎ “ Semua kegiatan pasti ada plus minusnya, namun demikian kekurangan ini tentunya untuk evaluasi ke depanya. Kalau dari sisi pengunjung ini jauh lebih banyak, dibandingkan tahun lalu. Terus juga pesertanya, kalau tahun lalu dari desa yang ada di Kecamatan Wangon yang hanya 12 desa. Namun pada tahun ini, juga melibatkan swasta, BUMD, BUMN dan pelaku wisata,” kata Asis.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, Festival Rewanda Bojana  sebenarnya memiliki dua tujuan utama yakni sebagai konservasi dengan memberikan makanan kepada ratusan kera ekor panjang yang ada di Cikakak. “Sebab saat ini musim kemarau, mereka kesulitan untuk mendapatkan makanan,” ujarnya.

 

Sedangkan tujuan lainnya yakni sebagai ajang promosi wisata Desa Cikakak yang diharapkan menjadi  tempat tujuan wisata utama di wilayah Wangon. Karena selain dihuni ratusan kera yang sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan warga, di kawasan ini juga terdapat Masjid Saka Tunggal yang termasuk menjadi masjid tertua di Kabupaten Banyumas. (rar)