HANYA dalam dua bulan semenjak peluncuran, Suzuki Ignis langsung membawa efek positif untuk pasar city car, khususnya Suzuki. Mobil yang diklaim sebagai urban SUV ini mulai mendekati penjualan Honda Brio sebagai pemimpin pasar.

Hadirnya Ignis mengangkat ‘derajat’ segmen city car, dari yang biasanya secara total hanya 1.100-1.800 unit per bulan, kini melonjak signifikan, rata-rata penjualan bisa mencapai  4.000 unit sebulan.

Total pasarnya (Januari-Mei) sudah 12.596 unit, atau naik 32 persen dari 8.564 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales Suzuki Ignis mencapai 4.262 unit dengan market share 34 persen yang dicapai dalam dua bulan saja.

Sementara Brio, sepanjang Januari-Mei 2017, terjual 4.627 unit, atau merebut pangsa pasar 37 persen. “Kalau data retail, Ignis mencpai 2.715 unit dengan market hare 35,4 persen. SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) sampai 15 Juni, masuk 7.449 unit. Per Juni saja 1.200-an unit. Trennya nanti sampai tanggal 20 masih bertambah,” ujar Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) seperti diberitakan Tribunnews.

Dari komposisi di atas, Ignis tipe GX berkontribusi sekitar 82 persen, yang kemudian dibagi lagi 34 persen transmisi manual, dan 48 persen AGS (Automated Gear Shift). Sisanya, 18 persen, hasil penjualan Ignis tipe GL.

Saat ini, Suzuki Ignis masih didatangkan langsung secara utuh dari India. Kata Donny, sudah 6.000-an unit dikirim, atau masih ada kekurangan 1.400-1.500 unit. 2.000 unit lainnya akan datang setelah Lebaran.

“Inden saat ini masih menumpuk di 1.500-an (unit). Konsumen akan menunggu kira-kira satu bulanan. Kan memang terpotong Lebaran, jadi kurang efektif harinya,” kata Donny. (lil)