Bahagia Itu Pilihan

ORANG bilang batasan cinta dan benci itu tipis. Nggak jauh beda dengan batasan bahagia dan kesedihan. Ekspresi keduanya hampir sama. Baik orang sedih dan bahagia, sama-sama bisa mengeluarkan air mata. Tapi meski serupa, orang tentu lebih memilih untuk merasakan bahagia ketimbang kesedihan.

Lalu bagaimana siy cara meraih rasa bahagia itu? Tahukah kalian, banyak yang beranggapan bahagia itu merupakan hasil dari sebuah kondisi atau keadaan. Misal, kalian merasa senang dan bahagia kalau dikelilingi banyak teman. Semua yang kamu inginkan dipenuhi oleh orangtua.

Sejatinya, bahagia itu pilihan gaes. Kamulah yang memutuskan untuk merasakan bahagia atau sebaliknya. Pernah nggak liat nenek penjual kelontong yang wajahnya keliatan happy banget? Padahal keadaannya belum tentu lebih baik dari kita. Itu karena happiness nggak bergantung dari apa yang kita punya, tapi lebih ke apa yang kita pikirin tentang segala hal yang kita punya.

Itu artinya kita bisa banget menciptakan perasaan bahagia itu sendii. Ya tentu saja tergantung dari bagaimana kalian men-setting otak untuk mengolah emosi yang ada dalam diri kita. Semisal nih, ketika kalian secara nggak sengaja menghadapi kejadian yang ngebetein, ketimbang ngomel-ngomel mending take a deep breath. Lalu alihkan pikiran ke hal-hal yang bisa kita syukuri hari itu.

Kita mutusin buat melepas aja hal yang ngebetein tadi dan let ourself get excited dengan hal lain. Sayang kan kalo setiap 60 detik yang kita abisin during upset, kita kehilangan 70 detik untuk ngerasain happy.

Ini emang nggak gampang, karena kita akan dealing sama emosi yang kadang jauh lebih kuat dari pikiran. Tapi emang penting banget untuk ngelatih pikiran kita untuk terus condong ke arah positif, sampe akhirnya jadi kebiasaan sendiri.(tha)

 

Model : Risma Eka Kurnia

Fotografer : Anang Firmansyah

BAGIKAN