Koplak Story

Nama Koplak Story mungkin sudah tak asing lagi bagi warganet. Kisah awal terbentuknya Koplak Story rupanya berangkat dari sebuah keisengan. Ya, berangkat dari keisengan lima sahabat yang kerap saling bercanda ketika bertemu yakni Silo, Evan, Fian, Aming dan Yanto akhirnya sepakat membuat wadah untuk mengekspresikan kejenakaan mereka.

Video instagram dan Youtube menjadi pilihan anak muda ini untuk mengawali karyanya. “Awalnya itu sebenarnya arahnya ingin salurin ide-ide, apalagi kita anaknya pada seneng glewehan (bercanda), jadi supaya bisa disalurkan, apalagi ada media youtube juga kenapa tidak dimanfaatkan,” kata Teguh Susilo atau biasa akrab dipanggil Silo Jibrot  mengawali obrolan tentang berdirinya komunitas kreator  yang digawanginya.

Menggunakan nama  Ngapak Story, konten pertamanya  hanya sebatas sketsa pendek dan vlog dengan durasi 2 menit . Dengan ‎menyuguhkan dialek Ngapak Banyumasan yang kental, kreator muda ini selanjutnya berkembang mengikuti konten-konten yang tengah tren di media sosial. Ide-ide kreatif dan inovatif yang disuguhkan mampu membuat penonton tak hanya tersenyum bahkan terpingkal saat menyaksikan video komedi dari Koplak Story ini.

‎”Meskipun bahasa ngapak terdengar sedikit kasar, ternyata banyak disukai, bahkan oleh orang-orang dari luar Banyumas.” katanya.

Penggantian nama Ngapak menjadi Koplak tentunya tidak hanya sebatas penggantian saja. Anggota yang mulai bertambah seperti  Haris, Febri, Sastro, Bontot, Amoy dan Dyah Nurul Safitri ini berharap akan lebih dikenal lagi secara luas dengan nama Koplak Story ( KS)

” Nama Koplak ini lebih familiar baik oleh orang Banyumas maupun orang di luar Banyumas. Singkatannya, Kumpulan Orang Purwokerto Lucu And Kreatif. ” katanya. (rare@satelitpost.com)

1. ‎Akan Produksi Film Layar Lebar

Dari puluhan karya yang telah Koplak Story hasilkan dengan  rata-rata ditonton puluhan ribu orang ini, namun siapa yang menyangka jika hasil karya yang mereka buat tersebut dilakukan sendiri tanpa kursus pengambilan gambar, editing bahkan tanpa sekolah akting,

“Belajarnya itu otodidak sambil kita lihat dari film-film pendek. Awal modal nekat, tidak ada pengalaman di teater. Ikut pelatihan teater juga sama sekali tidak pernah. Semua mengalir begitu saja,” ujar Haris, personil Koplak Story yang tenar karena memerankan Karmad di film ‘Preman Jatuh Cinta.’

Meskipun semua karya yang dibuat dilakukan secara otodidak, namun karya mereka seolah  dibuat oleh seorang sineas profesional. Semua itu juga tidak lepas dari hasil kumpul mereka dengan film makerfilm maker Purwokerto sambil berbagi-bagi pengalaman. Hasilnya, berbagai cara teknik pengambilan gambar hingga proses syuting bisa mereka kuasai.

“Belajar buat scrip itu juga ngalir, bertemu sama orang-orang yang pengalaman, paling tidak semakin kesini semakin nambah terus pengalamannya,” tambahnya. Tak ingin dianggap eksklusif, Koplak Story juga turut bergabung dengan Komunitas Youtubers Creator Purwokerto yang didirikan sejak 2016.

Melalui komunitas ini, Koplak Story kerap diundang ke berbagai kegiatan yang digelar Youtube Indonesia. Bahkan Koplak Story mendapat penghargaan  menjadi 1 dari 12 chanel youtuber berprestasi di Indonesia.” Hadiahnya  voucher alat pendukung serta pelatihan Creator Camp selama 5 hari di Jakarta.” kata Silo.

Prestasi lainnya, sejumlah personil Koplak Story juga turut terlibat dalam pembuatan film layar lebar bertajuk “Satria Menggapai Mimpi” yang mengambil lokasi syuting di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya ini. Saat ini, para pemuda kreatif yang sebagian besar sudah lulus kuliah ini tengah mempersiapkan materi untuk film layar lebar dengan judul ” Koplak Story The Movie”

“Insya Allah dan doakan kami semoga Koplak Story The Movie ini berjalan lancar dan sukses menghibur Koplakers ( sebutan fans Koplak story).” katanya. Dengan hadirnya Koplak Story, mereka berharap karya mereka tetap bisa menghibur serta memberi manfaat bagi penonton.” Dengan masih mempertahankan dialek Ngapak Banyumasan, kami harap generasi di bawah kami bisa bangga dengan menggunakan bahasa sendiri.” kata mereka yang saat ini bermarkas di ‎Jalan Tambak Batu Gang Yudistira No 4 Desa karangpucung, kecamatan Purwokerto selatan. (rar)‎

2. Sudah Produksi 60 Film Pendek

Menurut Silo dan Evan, Ide awal membuat film pendek dan parodi Koplak Story berbahasa ngapak itu diambil dari cerita-cerita atau berita serta isu yang sedang ramai diperbincangkan, kemudian dengan ide kreatif mereka buat sebuah parodi atau comedy dengan menggunakan bahasa ngapak.

“Kalau lagi kumpul-kumpul sama temen koplak lain, kita ya ada satu yang nyeletuk. Ih.. kita buat yang kayak gini yuk. Jadi idenya timbul gitu aja, atau biasanya di youtube itu ada yang lagi ramai coba gimana dibikin parodinya. Kita buat cerita yang sama tapi dikemas berbeda,” kata Evan ” Eplox”,punggawa Koplak lainnya.

Lebih dari 60 film pendek sudah diproduksi kumpulan kreator muda ini, sebut saja parodi ‘Surat Cinta Si Tarlem’ yang diambil dari film pendek ‘Surat Cinta Starla’, ‘Download Anak’, ‘Kado Valentine Terindah’, ‘Om Telolet Om’, ‘Jaman Dulu vs Jaman Sekarang’, ‘Preman Jatuh Cinta’ serta yang terbaru ‘Jatuh Cinta’ yang berkolaborasi dengan band lokal ternama Hyndia. (rar)