Aksi baku tembak sering ditampilkan dalam film action. Adu kecepatan dan ketangkasan, pemain-pemain ini mengarahkan senjatanya. Terlihat menegangkan? Bagaimana jika aksi semacam ini dijadikan hobi oleh sebagian orang dan bisa dilakukan siapa saja? Nyatanya aksi semacam ini juga bisa diarahkan untuk hal yang positif. Tembak menembak untuk hobi sekaligus sebagai jenis olahraga.

Saat ini, aksi tersebut bisa disalurkan dalam wadah sebuah komunitas bernama Heat Banyumas Airsoft Gun. Bedanya, senjata yang digunakan bukanlah jenis senjata api melainkan replika dari senjata api yang biasa digunakan dalam dunia militer. Replika senjata ini lebih umum disebut unit di kalangan anggota airsoft.

Menurut Ketua Heat Banyumas Airsoft Gun Gusti Fadheas, komunitas ini mulai ada sejak Agustus 2008. Dan di bawah organisasi Persatuan Olahraga Airsoft Seluruh Indonesia (Porgasi). Tidak sembarang orang bisa masuk dalam komunitas ini. Menurut Gusti, ketertiban anggota sangat dijunjung tinggi. “Semua yang ada dalam komunitas ini teregister semua, sehingga ketertiban anggota sangat dijunjung tinggi. Terutama dalam menggunakan unit ada pedoman-pedoman khusus yang wajib ditaati anggota,” katanya.

Unit airsoft gun pada dasarnya digerakkan oleh hembusan udara, baik pada jenis spring gun (SPG), dan oleh motor yang digerakan oleh baterai pada jenis electric gun (EG: Electric Gun/AEG:Automatic Electric Gun, red). Masing-masing dari unit ini tentunya memiliki karakteristik berbeda.

Kris Sugiarto, Divisi Keanggotaan Heat Banyumas Airsoft Gun menjelaskan, spring ini merupakan unit yang kekuatan mendorong pelurunya menggunakan per atau disebut juga berpenggerak pegas. “Kalau unit ini masih manual, cara kerjanya menggunakan pegas,” kata Kris.

Beda untuk unit jenis (Automatic Electric Gun) AEG. Jenis ini  bertenaga elektrik, sehingga perlu menggunakan baterai agar bisa dimainkan untuk menembak. Tenaga untuk menggerakan peluru ini berasal dari baterai yang dipasang di dalamnya.

Tak perlu ambil pusing soal unit dalam permainan ini. Karena sudah ada orang khusus yang bertugas untuk menangani unit yang dimiliki setiap anggota. “Semua unit ditaruh di satu tempat, tujuannya agar tidak disalahgunakan karena tanggung jawab unit itu termasuk tanggung jawab organisasi juga jadi tidak asal jedar-jeder,” kata Kris.(cr)

Replika Senjata 90 Persen Mirip Asli

Airsoft gun merupakan permainan menggunakan replika senjata. Bisa dikatakan sebagai sarana bermain perang-perangan. Beberapa kegiatan yang dilakukan memang bertujuan untuk melumpuhkan lawan. Anda yang hobi dengan kegiatan semacam ini, perlu melalui beberapa persyaratan untuk mengikuti komunitas ini. “Syaratnya umum, paling tidak sudah cukup umur. Karena ini kan pegangannya unit jadi minimal 18 tahun, atau kalau pun masih di bawah umur tetap dalam pengawasan. Syarat kedua setiap anggota harus punya unit, bagi yang belum punya unit bisa lihat dulu dan pelajari dulu unitnya tetap dalam pengawasan,” kata Kris.

Meskipun ini kategori permainan, namun perlu pedoman khusus sebelum memulai kegiatan. “Sebelum memulai bermain tetap ada instruksi agar tiap pemain meminimalisir terjadinya cedera. Karena meski unit ini replika namun tetap harus waspada dalam penggunaannya,” kata Kris.

Sebelum memulai bermain pastikan Anda menggunakan peralatan yang lengkap. Mulai dari baju khusus, rompi, penutup kepala, dan unit yang sudah di setting khusus. “Ada tanda oren diujung unit ketika tiap unit ini digunakan untuk permainan,” kata Kris.

Jupri Sekretaris Heat Banyumas Airsoft Gun mengatakan, ia sejak kecil hobi bermain dulup (permainan tembak-tembakan yang menggunakan bambu, red). “Hobi kecil tersalurkan ketika tahu ada komunitas semacam ini, tapi yang kita pegang ini replika hampir 90 persen menyerupai senjata asli, jadi berasa bermain perang beneran,” katanya.

Dalam permainan ini terdiri dari beberapa jenis permainan. Mulai dari Join Operation yang terdiri dari permainan skenario kecil dan skenario besar. Untuk skenario kecil biasanya terdiri dari three on three, atau five on five. “Artinya setiap kubu jumlahnya tiga lawan tiga atau lima lawan lima. Dalam waktu tertentu harus mampu melumpuhkan semua lawan terutama komandannya,” ujar Kris.

Untuk Join Operation yang lain ada pula Skirmish (sukir).  Untuk skirmish kecil biasanya dalam waktu tiga menit harus mampu melumpuhkan lawan. Sedangkan skirmish skenario besar justru melibatkan ratusan orang dalam permainannya. “Biasanya modelnya memecahkan suatu misi, seperti menyelamatkan sandra, simulasi penangkapan teroris, dan masih banyak jenis-jenis misi lainnya yang tentunya mirip dengan suatu misi aslinya,” kata Kris menjelaskan.

Berdandan layaknya seorang serdadu, bermain peperangan, merupakan kegiatan yang disenangi para anggota Heat Banyumas Airsoft Gun. Nyatanya, kegiatannya pun tak cuma permainan tembak-tembakan. Ada pula kumpul maupun latihan yang rutin dilakukan setiap sebulan dua kali. Kegiatan kumpul rutin inilah yang menjadi agenda paling ditunggu sesama pecinta airsoft. “Jadi nambah keluarga, kita bermain perang-perangan ujung-ujungnya dengan adanya komunitas ini malah jadi nambah saudara, kenal relasi makin banyak,” ujar Jupri.(cr)