Komunitas Banyumas Runners

Men sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Ungkapan itu jamak kita dengar. Namun sayangnya tak banyak orang menyadarinya. Sehingga mereka terkesan malas untuk berolahraga. Padahal, ada banyak cabang olahraga yang bisa dilakukan sehari-hari dan tentunya menyehatkan badan. Satu di antaranya adalah berlari.

Adalah Komunitas Banyumas Runner, yang berisikan kumpulan orang yang sadar akan arti pentingnya berolahraga secara rutin bagi kesehatan badan. Sesuai namanya, mereka adalah sekelompok orang yang memiliki kegemaran yang sama akan olahraga lari.

Dengan tagline mending lari daripada lara. Komunitas ini terdiri dari beragam latar belakang profesi. Agenda rutinnya tentu saja berlari. Baik setiap minggu bahkan setiap hari.

Menurut Founder Banyumas Runner, Joni Setiawan tujuan adanya komunitas ini sangat sederhana. Yakni ingin membuat sehat seluruh masyarakat Banyumas. “Yang penting ingin membuat masyarakat Banyumas ini sadar kesehatan, kalo lari sendiri kan males nah gimana caranya biar semangat ya kita lari bareng-bareng,” kata Joni.

Agenda rutin Banyumas Runner ini adalah Friday Night Run (FNR) dan jogging pagi setiap weekend.

“Untuk FNR memang rutin tiap Jumat malam kalau ngga hujan, terus selanjutnya jogging tiap Sabtu atau Minggu,” kata Joni.

Untuk FNR biasanya dilakukan start dari Alun-alun Purwokerto. Dan dilaksanakan mulai pukul 19.30 WIB. Jarak tempuh untuk FNR biasanya 5 kilometer (km). “Biasanya yang ikut FNR mereka yang pagi hari sibuk kerja, namun karena mau dan sadar kesehatan jadi ikut agenda lari malam hari,” kata Joni. Sedangkan untuk jogging weekend biasanya kerap dilaksanakan di GOR Satria.

Joni mengatakan, Banyumas Runner tidaklah seserius komunitas pada umumnya. Nyatanya, agenda yang rutin ini hanya bisa terlaksana jika masing-masing dari individu sudah sadar akan kesehatan. “Kita ngga saklek mengenai jadwal lari, tapi minimal pasti setiap minggu ada agenda lari baik FNR maupun lari weekend, toh kita ngga ada ketua jadi ngga perlu kaku-kaku banget buat koordinir untuk pada lari. Semua yang ada di grup sudah sadar akan kesehatan,” katanya.

Komunitas Banyumas Runners

Untuk menjalankan agenda rutin ini memang ada penanggungjawabnya. Biasanya orang yang pertama mengajak, dia pula yang bertanggung jawab untuk tempat dan waktu. “Kalau ada yang usul tempat ini jam segini, yaudah dia langsung jadi pj (penanggung jawab) dan yang mau ikut lari ya langsung berangkat,” kata Joni.

Joni juga menambahkan, untuk orang-orang yang tergabung dalam Banyumas Runner ini bisa memilih program lari sesuai kemampuannya. “Ada dua, yakni pengejar prestasi dan lari untuk kesehatan, kesenangan, dengan dibedakan maka jumlah latihan larinya pun berbeda,” katanya.

Untuk pengejar prestasi biasanya merupakan atlet lari dan berlatih setiap hari. Sedangkan untuk tujuan kesehatan atau untuk kesenangan, maka bisa mengikuti agenda rutin tiap minggu FNR atau jogging weekend.

Selain agenda rutin, ada pula event khusus yang diikuti tingkat nasional dan lari mencapai puncak gunung. “Terakhir kemarin ikut event charity Purwokerto-Dieng sambil penggalangan dana untuk pendidikan,”kata Joni yang juga mengikuti event ini.

Ada pula Borobudur marathon, dimana perwakilan Banyumas Runner berhasil menempati posisi ke empat tercepat dalam event itu. “Kemarin wakil kita yang ikut Borobudur marathon juga juara empat,” ujarnya.

Meski kondisi cuaca saat ini sering hujan, Joni tak mengendurkan semangat untuk tetap berlatih. “Biasanya kalau hujan kita tetap latihan tapi indoor misal latihan angkat beban dan sejenisnya,” katanya.(cr)

Berlari untuk Kesenangan

Salah satu alasan anggota Banyumas Runner mengikuti komunitas ini, yang pertama karena ingin mendapatkan tubuh yang ideal. Bagi Raden Bagus Deni Setiawan, memiliki tubuh yang gemuk membuatnya sulit beraktivitas dan bikin minder. “Dulu saya gemuk banget dan malu kalau suka sama perempuan yang dia itu langsing, jadi saya cari cara gimana caranya biar dapat tubuh yang ideal eh cuma beberapa bulan berat badan sudah turun,” kata Deni.

Saat ini Deni tak mempermasalahkan mengenai kondisi fisik. Justru tujuan awal Deni berubah seiring semakin rutin mengikuti agenda lari bersama Banyumas Runner. “Sekarang kalau ngga lari rasanya lemes, lesu, karena udah kebiasaan larinya rutin, malah jadi lebih senang dan ngga mikirin bentuk fisik lagi haha,” ujar dia.

Komunitas Banyumas Runners

Berada di komunitas ini juga membuatnya nyaman karena serasa menemui keluarga baru. “Agenda kita ngga cuma lari, kadang renang, futsalan, ya kumpul-kumpul tapi sifatnya olahraga juga,” katanya.

Selain Deni, ada pula seorang anggota Polres Banyumas yang rutin mengikuti agenda Banyumas Runner. “Dulu sebelum masuk polisi saya larinya rutin, giliran udah masuk polisi malah jarang makanya saya ikut komunitas ini biar rutin lagi larinya,” ujar Muklis.

Bagi Muklis, Banyumas Runner ini bukanlah komunitas yang mengejar profit, namun sebuah komunitas yang justru untuk mengejar kesenangan dengan cara berolahraga. “Nyatanya di sini ngga nuntut profit, tapi yang penting happy,” kata Muklis.

Joni menjelaskan tak ada syarat khusus untuk bergabung bersama Banyumas Runner. Asalkan mau rutin berlari, maka siapa pun bisa bergabung bersama komunitas ini. “Baik pelari pemula, cuma buat nyari kesenangan, bahkan sampai atlet profesional siapa pun bisa bergabung tinggal ikuti saja agendanya, yang penting pakai sepatu biar ngga sakit kakinya hehe,” kata Joni.(cr)