Komunitas D’NG

SETELAH sempat vakum beberapa tahun Komunitas D’NG kembali aktif. Tepatnya tahun 2018, komunitas yang beranggotakan orang-orang dari berbagai profesi ini meneguhkan niat untuk bergiat di bidang sosial dan kemanusiaan.

Terbentuk pada 16 Februari 1994 ini, komunitas ini awalnya terkenal sebagai geng motor di Kota Purwokerto. Namun setelah sekian lama vakum komunitas yang diketuai oleh Fuad Wahyudin ini berkomitmen dengan visi dan misi yang berbeda. Yakni lebih banyak bergerak di jalur positif.

“Dulu kami mungkin banyak berbuat hal negatif, sekarang kami bergerak ke hal yang lebih positif. Karena kami memiliki berpikiran untuk beramal tidak harus kaya terlebih dahulu,” ujar Ketua D’NG Fuad Wahyudin

Fuad menegaskan Komunitas D’NG bukan merupakan organisasi masyarakat (Ormas), Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), calo, premanisme, bahkan debtcollector. Walaupun memang anggotanya terlihat garang dengan perawakan tinggi besar bahkan ada yang bertato. Namun, dirinya menegaskan komunitasnya bergerak ke arah sosial.

“Selama ini kami bergerak ke bidang sosial ataupun kemanusiaan, dengan anggaran dana secara swadaya masing-masing anggota dan kami juga bergerak secara independen, tidak ada campur tangan dari pihak politikus, pengusaha ataupun hal yang lainnya,” kata dia.

Dijelaskan di tahun kebangkitannya ini, D’NG telah beberapa kali melakukan pertemuan. Sejumlah anggota lama satu per satu berkumpul untuk menyamakan visi dan misi D’NG yang baru.

“Tahun ini kami sudah mengadakan pertemuan sebanyak empat kali, kita sebarkan melalui media sosial untuk anggota yang lama agar berkumpul kembali. Buktinya sekarang mereka sudah berkumpul kembali dan sekarang mencapai 500 orang. Tetapi kami tegaskan kami sekarang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Untuk orang-orang yang ingin bergabung dengan komunitas D’NG masih menurut Fuad syaratnya tidaklah sulit. Yang pertama, mereka harus benar-benar yakin mau bergerak dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

“Di sini tidak perlu memiliki materi yang banyak, karena bantuan yang kita berikan bukan hanya materi saja. Namun, tenaga dan pikiran juga bisa disumbangkan untuk masyarakat luas tentunya,” kata dia.

Bendahara D’NG, Toni Babaeh menambahkan membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin bergabung. Tak ada syarat khusus. Hanya niatan yang kuat dan jiwa sosial serta kemanusiaan tinggi.

“Mereka perlu ikut berkumpul sebanyak tiga kali dan mau berbaur sesama anggotanya. Hingga kemudian akan diseleksi setelah pertemuan-pertemuan tersebut,” ujar dia.

Dari pertemuan yang sudah dilakukan ini, Komunitas D’NG juga sudah mengadakan kegiatan sosial yakni memberikan bantuan kepada anak-anak yatim piatu Panti Asuhan Kuncup Mas, Desa Rempoah Baturraden. Selain itu ke depannya komunitas ini juga akan mengadakan kegiatan sosial seperti sunatan massal dan lainnya.

“Terdekat, temen-temen mau membuat kegiatan sosial di Ajibarang. Sekarang sedang disusun dan dibahas kegiatan yang akan dilaksanakan,” kata dia.(san)