Komunitas Kopi Trip Purwokerto

ADA banyak cara menikmati secangkir kopi panas ataupun dingin. Kebanyakan orang menikmatinya sembari hangout di cafe atau kedai kopi. Tapi beberapa orang justru menikmatinya dengan cara berbeda. Yakni menyesapnya di alam terbuka. Entah itu di kebun, hutan, objek wisata alam, sembari membawa perangkat alat pembuat kopi sederhana. Seperti brewing (peremuk biji kopi, red) dan kompor mini untuk menyeduh air.

Nah, para penikmat kopi di alam terbuka ini akhirnya berkumpul dan membentuk sebuah komunitas bernama Kopi Trip. Dari namanya saja orang bisa mengetahui, jika komunitas ini “menggilai” dua hal. Yakni kopi dan trip (perjalanan).

Satu di antara pencetus Kopi Trip, Satrio Hapsoro mengatakan, berdirinya komunitas ini  berwal dari obrolan ringan antara dirinya dengan dua temannya, yakni Wisnu Baratha dan Deni di indekos.

“Kita ngobrol ngalor ngidul sambil nyeduh kopi saat itu. Kira-kira bulan Agustus 2015,” kata pria yang akrab disapa Rio itu mengenang.

Saat asyik berbincang, kata dia, tercetus ide buat berangkat ke Telaga Sunyi, Baturraden. Karena saat itu dilihat langit cukup cerah.

“Kita sepakat untuk berangkat ke Telaga Sunyi, Baturraden dengan membawa alat-alat kopi manual brewing. Ternyata pas kita nyeduh kopi di sana, enak banget, dari suasananya, tempatnya meminum kopi jadi lebih enak,” kata Rio.

Di Telaga Sunyi mereka langsung memiliki tujuan, agar kegiatan ngopi di alam terbuka ini harus ditularkan. Karena ngopi di alam terbuka itu sangat menyenangkan dan memberikan pengalaman serta sensasi yang sangat berbeda. “Kita terus menularkan ke orang-orang, memang niatnya kami seperti itu. Kemudian kita mengajak hingga sekarang sudah ada 50 orang yang tergabung,” ujarnya.

Sedangkan menurut Wisnu, untuk menjadi anggota Kopi Trip tidak perlu mendaftar ataupun mengiri registrasi. Mereka yang berniat dan memiliki keinginan untuk ngopi bersama bisa ikut dalam Kopi Trip. “Kalau di kita itu ada waktu ada kopi, ikut gabung, kita berangkat. Untuk pengumumannya ketika mau trip kita infokan di sosmed. Kita di sini tidak terbatas usia, semua orang boleh ikut,” kata dia.

Kalaupun kalian ingin membawa kopi sendiri, syaratnya sederhana. Hanya membawa kopi lokal dan no instan. “Kita mengharuskan menggunakan kopi lokal, selain karena rasa, kita juga berfikir soal kemakmuran pengusaha kopi tradisional. Kalau mau gabung silahkan, bisa hanya bermodalkan badan. Biasanya kita dapat kopi kalau ada sponsor, kita berangkat juga kalau ada sponsor juga dan cuaca,” ujarnya.

Kegiatan rutin yang digelar Kopi Trip cukup mengundang perhatian masyarakat di luar Purwokerto. Sekarang Kopi Trip juga ada di daerah Medan dan Bandung.

“Mereka sempat bilang mau ngikut konsep kita, dan ternyata setelah kami persilahkan mereka langsung mulai jalan. Sebenarnya ngopi di alam terbuka itu sudah dilakukan sama nenek moyang kita, seperti ngopi ke sawah, di alam terbuka yang ternyata enak ini,” kata Wisnu.

Jadi, bagi Anda yang ingin bergabung dengan Kopi Trip, bisa pantau di Instagram @kopitrip, di situ ada jadwal Kopi Trip, bisa langsung me-DM akun tersebut, untuk keikutsertaannya. Lokasinya juga tidak melulu di wilayah curug ataupun tempat berair, terkadang juga di dalam hutan.(san)