Diecast atau model car merupakan sebuah mainan yang sejatinya dibuat untuk anak-anak. Mainan jenis ini muncul bersamaan dengan dimulainya industri mobil internasional, tahun 1930an.

Seiring berjalanya waktu, diecast ternyata tak hanya menarik perhatian anak-anak. Modelnya yang detail dan hampir menyerupai mobil atau kendaraan aslinya malah lebih banyak menarik perhatian orang-orang dewasa. Sejak tahun 1950an, diketahui mulai muncul kolektor mobil mainan jenis ini. Tak hanya mengoleksi, kebanyakan kolektor bahkan membentuk asosiasi atau komunitas khusus untuk mewadahi minat dan hobi mereka ini.

Organisasi dan komunitas pencandu diecast pun sudah menyebar ke seluruh dunia. Tak terkecuali, di Banyumas Raya. Di Bumi Mendhoan, para penggila mobil mainan ini diwadahi dalam Ngapak Diecaster Community (NDC).

Ketua NDC, Hyssa Boedhi Hennirwan sempat berbincang dengan SatelitPost beberapa waktu lalu. Ia berkisah tentang pendirian komunitas yang menjadi rumah bagi kolektor diecast dari Banyumas Raya tersebut.

Menurutnya, kisah ini diawali dari pertemuan beberapa orang kolektor di jejaring sosial Facebook. “Kami sadar, di Banyumas itu pasti banyak kolektor. Tapi, sampai 2011 lalu, kita belum memiliki wadah dan belum kenal satu sama lain,” kata dia.

Berangkat dari keinginan untuk bertemu sesama penggila diecast, Hissa dan lima orang lain yang ‘bertemu’ di jagat maya memutuskan untuk menyatukan lebih banyak lagi penggila mainan ini. “Setelah itu, kita semua ketemu dan sepakat membentuk NDC. Pembentukan itu tanggal 11 November 2011,” ujar Hyssa mengenang.

Ia mengatakan, selama enam tahun berjalan, komunitas ini terus tumbuh dan berkembang. Sampai saat ini, NDC sudah menjadi wadah bagi kurang lebih 510 anggota.

Hyssa menambahkan, untuk bergabung dengan komunitasnya, tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi seseorang. “Syaratnya hanya yang penting punya diecast sebiji dan join kita di FB (Ngapak Diecaster) atau IG (@ndc_ngapak_diecaster),”  ujar dia.

Sebagai sebuah komunitas, NDC memiliki bermacam agenda. Yang paling lazim adalah kopi darat sesama anggota. Priyantoro Nugroho, anggota NDC mengatakan, selain kopdar, NDC juga beberapa kali menggelar agenda charity.

“Terakhir yang kita gelar adalah lelang diecast. Jadi anggota Humbang satu diecast. Lalu kita lelang, dana yang terkumpul kita pakai untuk charity,” kata dia.(Topan Pramukti)

Tanpa Batas

Komunitas diecast pada umumnya memiliki batasan khusus bagi para anggotanya. Batas yang paling umum digunakan adalah jenis skala model car dan brand yang dikoleksi. Meski demikian, NDC tidak mengenal batasan ini.

Hyssa mengatakan, NDC memiliki konsep All Brand All Scale. “Jadi, kami tidak terpaku dengan satu merek khusus atau skala khusus. Semua boleh masuk,” kata dia.

Selain itu, NDC juga memiliki tagline Its About Passion, Not Value. Dengan begitu, siapapun tak perlu minder saat hendak bergabung dengan komunitas ini. Tagline ini, lanjut Hyssa digunakan karena selera orang berbeda satu dengan yang lain. Ada yang memiliki ketertarikan dengan jenis kendaraan tertentu, merek mobil tertentu, sampai jenis mobil yang diproduksi brand-brand tertentu. Hal ini tentunya hanya bisa diukur dengan passion si kolektor, tidak bisa dinilai dari harga benda koleksi mereka.(pan)