PERNAH nggak ditanya, hai apa siy yang jadi passion kamu? Wait, sebelum jawab pertanyaan ini, kamu musti ngerti dulu, apa itu passion.

Mungkin sebagian besar dari kita bakal ngejawabnya passion is what we do as our profession. Eits…nggak sebatas itu gaes. Passion juga sering banget dikaitin sama ‘apa yang kita pikirin’ aja or just our thoughts, wants, and ambition. In fact, passion is more than that.

So, akhirnya ketika ditanya passion kita apa? Some of us, mungkin ngejawabnya “passion gue musik!” Tapi, waktu ditanya lagi “emang apa yang udah kita lakuin terhadap passion kita itu?” and we replied “dengerin berbagai genre musik, dateng ke acara–acara musik!” Well, it’s not a passion!

Terus apa sih passion itu? Seperti yang ditulis di gogirlmagz.com, passion itu produk kesadaran, bukan hanya pemikiran. Tapi bicara tentang passion itu juga tentang bagaimana kita mengusahakannya. Apa siy usaha kita buat melatih passion yang kamu miliki. Hingga kamu bisa menghasilkan sebuah karya dari passion yang kamu geluti.

Misal nih, kamu suka banget dengan seni kerajinan. Khususnya kerajinan yang berbahan dasar kulit. Awalnya, mungkin kamu Cuma iseng nyontek pola membuat dompet kulit. Sampai akhirnya mendesain dan membuat dompet kulit yang kamu pake sendiri. Dan hasil karyamu itu diakui oleh temen-temen. Mereka bahkan ada yang memesan dan beli. That’s passion!

Sayangnya, sekarang kita ada di era di mana ‘we are over schooling, but we are under learning.’ Terlalu banyak yang kita pelajari, sampe-sampe kita nggak ‘kenal’ diri kita sendiri. Pendidikan kita sekarang ngajarin ke kita banyak banget hal, which is nggak jelek juga. Tapi, hal itu justru bisa jadi hambatan juga buat kita untuk tau siapa diri kita sebenernya.

Who we are and what we love the most. Inget, kepintaran seseorang nggak ngejamin dia bakal sukses ke depannya. But, once we find our passion, percayalah bakal ada jalan buat kita sukses. Being wealth is to find our passion.

Finding passion itu nggak sesusah itu kok, sesimpel kita tau diri kita sendiri. Tapi mungkin ada beberapa dari kita yang belum tau passion kita apa. Well, don’t worry! Semuanya butuh proses kok, nggak ada yang terjadi secara instan.

Pertama yang musti kalian lakukan adalah kenali dirimu sendiri. Sedekat-dekatnya kamu dengan seseorang, mereka cuma bisa kasih saran. Tapi siapa yang akan menentukan mana yang kita butuhkan dan terbaik buat kita, ya diri kita sendiri. Karena, yang bakal ngejalanin itu diri kita sendiri. Apa kekurangan dan kelebihan yang kita punya, itu pun kita yang tau. So, it’s better to know ourselves, sebelum nantinya nyesel sama pilihan yang sebenernya bukan dateng diri kita sendiri.

Kedua, penting sekali buat kamu mendapatkan dukungan dari orangtua. So, tunjukkan kualitasmu supaya “restu” orangtua kamu dapatkan. Yup, dukungan orangtua adalah boost sendiri buat kita ngejalanin passion kita.

Ketiga, take action dunk. Kalau passion cuma nyantol di otak tapi nggak ada tindakan ya sama juga bohong kan? Dengan kita melangkah ke depan, kita jadi tau apakah pilihan yang kita ambil itu udah sesuai atau belum.

Keempat, cobalah untuk memberikan pengaruh pada sekitarmu. Jangan pernah ‘egois’ ketika kita hidup di dunia yang serba sosial ini. Once we influence others, ability kita bakal lebih dikenal dan yang lebih keren adalah mereka juga bakal take the same action or even better than us to pursue their dream. Hal itu ngebuat kita secara nggak langsung, jadi ‘panutan’ atau jadi batu loncatan orang lain buat sukses. Dan yang bakal bangga siapa? Ya diri kita juga!

Passion itu bagian dari memahami diri, kalo nggak kita cuma sekedar ‘kerja’, terus jadi beban, dan malah lupa untuk berkarya! Banyak kan orang yang mikirnya ‘yang penting kerja, biar dapet uang’, tapi mereka sama sekali nggak ngerasain kebahagiaan dari situ. Dengan nggak ngerasain kebahagiaan, mereka cuma bakal diem di tempat.(tha)