Nikmat Hidup Dalam Kesederhanaan

Cerita yang berlatar Minang tepatnya di daerah Bukittinggi Sumatera Barat, menceritakan Sani yang berusaha mencari arti kebahagian. Bagi Sani kekayaan, kehormatan atau kedudukan bahkan kebanggaan adalah bukan kebahagian yang sebenarnya.

Sebagiaan orang menganggap rumah adalah kebanggaan, apalagi jika dipoles dengan benda-benda yang bernilai tinggi. Berbeda dengan Sani, rumah kontrakan yang ia huni setelah peristiwa kebakaran yang menimpa toko Mama Papanya di Pasar Bukittinggi, sudah cukup nyaman untuk berteduh dari panas dan hujan (Sate Mak Aciak Dan Rumah Kontrakan Mak Aji, halaman1)

Sebagaimana umumnya seorang anak laki-lak, Sani kecil adalah anak yang bandel, suka keluyuran dan suka berenang. Kesukaannya pada film kungfu, membuat Sani ketagihan nonton bioskop dengan gratis (Pengamat Dan Praktisi Junior, halaman11))

Menarik dan sangat menggelitik ketika membaca cerita saat Sani tertangkap polisi pada di bulan puasa yang mencoba berjualan petasan. Kenapa menarik? Sani yang masih Sekolah Dasar, dikenal cerdas dan selalu mendapat nilai bagus, menjadi stunt man sebagai pedagang menggantikan papanya. Dengan akal cerdas Sani mempelajari cara menjual petasan dalam waktu singkat. Tak disangka ketika menghitung hasil penjualan petasan di bawah Jam Gadang bersama temannya, ketahuan polisi dan akhirnya diintrogasi diiringi bunyi petasan. (Masih Bocah, Ditangkap Polisi, halaman 30).

Kebiasaan Sani berada di lingkungan pasar, membuatnya layak disebut sebagai anak pasar. Segala sesuatu bisa dijadikan uang sebagai penghasilan sendiri. Sani mencoba mengumpulkan alumunium bekas dan ia jual untuk membiayai sekolahnya di SMP 1. Kemandirian yang ditampakkan Sani mulai mempengaruhi belajarnya. Bahkan Sani pernah meminta pada Mama dan Papanya untuk berhenti sekolah dan meminta membiarkan dirinya berdagang untuk membiayai kedua kakaknya. (Celana panjang Pertama, halaman 49)

Cerpen karya Yudisrizal yang berisi cerita-cerita tentang tokoh Sani mulai kecil, remaja, masa kuliah, mencari kerja, mempunyai istri dan kehidupan dengan anak-anaknya memiliki nilai-nilai kesederhanaan yang tinggi. Kita akan digiring untuk memahami bahwa kesederhanaan tidak akan merugikan apapun yang bersifat duniawi. Sosok Sani yang mengalami pasang surut kehidupan dalam cerpen yang berjumlah 268 ini sarat makna dan pembaca dapat mengambil pelajaran dari cerpen ini.

Lewat cerpen ini, penulis menginginkan agar pembaca dapat mengambil pelajaran sederhana dari pengalaman perjalanan hidup seorang Sani yang penuh luku-liku, namun memberi pelajaran yang berarti pada kehidupan masa depannya.

Peresensi:

Sikhah, Guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan Purwokerto Utara

Judul Buku  : Pelajaran Sederhana Luar Biasa

Penulis         : Yudisrizal

Halaman      : 268 Halaman

Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit          : 2017

ISBN          : 978-602-03-5532-0