Pengurus hijaber's comminity purwokerto berfoto bersama usai tebar hijab di Pasar Manis, Jumat (26/4/2019).SATELITPOST/ALFI
Pengurus hijaber's comminity purwokerto berfoto bersama usai tebar hijab di Pasar Manis, Jumat (26/4/2019).SATELITPOST/ALFI

PURWOKERTO, SATELITPOST-Hijaber’s Community Purwokerto membagikan ‎sebanyak 775 mukena, Jumat (26/4). Mukena tersebut dibagikan di beberapa titik di Kabupaten Banyumas. Di antaranya Masjid Darussalam, Alun-alun Purwokerto, Jalan Bank, Pasar Manis, Pasar Cermai, Balai Kemambang, GOR Satria, Pasar Wage, Pasar Sokaraja, Pasar Banyumas, dan Alun-alun Banyumas.

 

Ketua Hijaber’s Community Purwokerto, Dani Junaedi mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Selain memperingati Hari Kartini, tebar hijab baru tersebut juga sebagai satu kegiatan bakti sosial menjelang Ramadan.

 

“Kegiatan ini bukan sekadar tebar hijab saja, tapi lebih pada tebar cinta untuk sesama wanita. Hijaber’s Community Purwokerto ingin menebarkan kebaikan dan berbagi kehagiaan dengan sesama wanita melalui hijab,” kata dia. Ia mengungkapkan memilih menebar hijab dalam memperingati Hari Kartini dan menyambut Ramadan, sebab Kartini yang identik dengan wanita dimanfaatkan untuk syiar kebaikan mengajak wanita muslimah mengenakan hijab sesuai agama Islam.

 

Kartini sendiri, kata dia, merupakan sosok penting bagi bangsa Indonesia, termasuk Hijaber’s Community Purwokerto sebagai bagian dari bangsa Indonesia. “Kartini mengajarkan menjadi seorang wanita tidak harus menjadi orang rumahan, tapi masih bisa berkarya dan bisa menjalankan kodratnya sebagai wanita. Wanita tetap bisa mengembangkan ilmunya,” katanya.

 

Selain itu, melalui kegiatan tersebut pihaknya juga ingin mensyiarkan hijab tidak menghalangi aktivitas sebagai seorang wanita. Wanita tetap bisa melakukan berbagai aktivitasnya meskipun memakai hijab. “Kami ingin mengajak muslimah yang belum berhijab terinspirasi untuk berhijab, dan yang sudah berhijab supaya tetap istiqomah dengan hijabnya, karena hijab melindungi wanita muslimah,” ujarnya.

 

Lebih lanjut ia mengaku ada kebahagiaan tersendiri saat melakukan kegiatan sosial, termasuk tebar hijab tersebut. Meskipun nominalnya tidak banyak tapi dengan berbagai, ada kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan rupiah. “Bentuknya tidak seberapa, tapi kebahagiaannya tidak ternilai,” katanya.

 

Sementara itu, Pembina Hijaber’s Community Purwokerto, Ida Mukhson mengatakan Kartini saat ini harus lebih modern dan smart. Wanita yang harus bermanfaat untuk lingkungannya. “Berkemajuan dalam akhlak, juga menguasai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena mempunyai ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi ujungnya juga untuk bermanfaat untuk orang lain,” kata dia.

 

Apalagi, kata dia, Kartini sudah memberikan contoh pada masa itu.  Kartini merupakan sosok wanita yang sangat luar biasa. “Ia yang minta tolong kepada kiai supaya Alquran diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Supaya umat muslim Indonesia dapat memahaminya, sejak saat itu Alquran mulai diterjemahkan,” katanya. (alf)