Paguyuban Wong Dermaji

Berawal dari keinginan untuk menjalin silaturahmi sesama warga Dermaji di perantauan, Cahyo Saeko merintis sebuah komunitas bernama Paguyuban Wong Dermaji (PWD).

PWD bukanlah satu-satunya komunitas yang mewadahi warga Desa Dermaji yang berada di perantauan. Sudah ada sederet komunitas sejenis yang lebih dahulu berdiri. Seperti Ikatan Warga Jakarta Perantauan Asli Dermaji (IKWAJADI) di era 90-an. Lalu di tahun 2010 ada Dermaji Mania yang tak kalah fenomenal.

PWD sendiri berdiri pada 20 Maret 2017. Meski baru berusia 1 tahun, tapi paguyuban ini telah memiliki 853 anggota aktif. Anggotanya pun tersebar tidak hanya yang berada di  Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Tetapi juga ada yang berada di luar negeri. Seperti Taiwan, Korea, Saudi Arabia.

Sama seperti pendahulunya, PWD juga memiliki motivasi besar untuk memajukan tanah kelahiran mereka. Di sela-sela pertemuan rutin dua bulan sekali di Markas PWD Jakarta Barat, mereka membuat program kegiatan sosial kemanusiaan untuk berbagi dan membantu sesama warga Dermaji.

“Dengan motto “Sedesa, Sedulur, Selawase” kami berupaya terus untuk meringankan beban warga Dermaji. Meski mungkin nilainya tidak seberapa namun kami berharap bisa bermanfaat,” katanya.

Kegiatan bedah rumah merupakan satu program yang sukses dilaksanakan. Dalam waktu 4 bulan terakhir PWD sudah  melakukan tujuh kali bedah rumah yang tersebar di Grumbul Gempol, Karang Duren, Karang Jambu, Karang Gedang, Sirongge, Citunggul, dan Pangkalan.

‎Kondisi geografis Desa Dermaji yang berada di wilayah pegunungan dan rawan akan bencana alam pun tak luput dari pemikiran anggota PWD. Mereka  membuat program tanggap bencana yang dinamakan Siaga Bencana Dermaji (Sibender).

Seperti diketahui, belum lama ini Desa Dermaji mengalami bencana tanah bergerak dan longsor.

desa mereka mengalami bencana tanah gerak dan longsor. Sibender bergerak cepat, mencari donatur, melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Dermaji, bergotong royong melakukan evakuasi korban bencana. Serta membantu kebutuhan logistik korban.

“Masih banyak angan-angan yang belum bisa direalisasikan. Misalnya membantu rehabilitasi infrastruktur wilayah Dusun 1 dan 2 Desa Dermaji, membantu biaya operasional Pos PAUD di seluruh Desa Dermaji serta pengadaan sarana komunikasi berupa radio/handy talky (HT) untuk kelancaran penanggulangan bencana,” katanya.

Ia berharap, keberadaan PWD tetap kompak, dan selalu “bisa gawe bungah” seluruh warga masyarakat Dermaji.‎

Kepala Desa Dermaji Bayu Setyo Nugroho mengaku, sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan PWD selama ini. Selain turut membantu dan meringankan beban sesama warga Dermaji, apa yang sudah dilakukan PWD selaras dengan program-program pembangunan desa.

“Ini adalah bentuk solidaritas tanpa batas. Salah satu bentuk keguyuban sesama warga Dermaji. Selain dalam bidang sosial kemanusiaan, PWD juga turut mendukung kegiatan keagamaan seperti kegiatan santuan yatim piatu serta dalam berbagai kegiatan keagamaan,” katanya. (rar)