Optimisme PT Astra Honda Motor (AHM) terhadap SH150i, produk baru di segmen skutik premium 150 cc, harus ditahan. Hal itu karena penjualan pada fase awal sepertinya kurang menggembirakan, bahkan jauh dari target.

Sepeda motor yang yang didatangkan utuh dari Vietnam itu pertama kali meluncur di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 lalu. Sejak mengaspal sampai sekarang, data yang disodorkan Direktur Pemasran AHM Thomas Wijaya untuk model ini hanya terpesan maksimal 10 unit. Tentu angka tersebut jauh dari harapan. Saat meluncur, Mei 2017 lalu, Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma mengatakan bahwa SH150i dipatok terjual 200-300 unit setahun. Jika dikorelasikan dengan hasil saat ini, target itu bakal sulit digapai.

Memang usianya baru sebulan, tapi secara teori, euforia produk baru akan melambungkan pemesanan. Nah, saat masa-masa euforia SH150i ini saja kurang greget, bisa jadi dia bakal terus ”kesulitan mencari tuan” dalam beberapa waktu ke depan. Apakah sudah sesuai harapan? ”Kami kan ingin mencoba berpentrasi di segmen baru, yakni orang-orang yang suka gaya klasik Eropa. Kembali lagi, saat ini kami dalam tahap mencoba pasar yang lain. Kami akan coba pelajari lagi ke depan,” kata Thomas Rabu (14/6), di Jakarta seperti diberitakan Kompas.com.

Bisa dibilang, SH150i ini agak nanggung. Kapasitas (bahkan tipe) mesinnya sama dengan PCX150 atau Vario Techno 150. Banderol Rp 44,9 juta, bisa jadi orang lebih memilih PCX 150 yang dipatok Rp 40 jutaan. Atau sekalian yang jauh lebih murah, Vario Techno 150 yang dibanderol Rp 21,6 jutaan. Dari pilihan mesin juga mirip dengan kedua saudaranya. Kalau ditaksir, SH150i bakal bersaing dengan skutik premium asal Eropa, mulai dari Piaggio, Vespa, dan Peugeot. Namun dari penampilannya, motor ini akan secara langsung menantang Piaggio Medley. (dil)