Info Cegatan Purbalingga (ICP) terbentuk tanpa disengaja. Akun dalam grup Facebook tersebut dibuat berangkat dari keisengan pendiri ICP itu sendiri. Tapi siapa sangka, berangkat dari keisengan, kini Grup Facebook ICP dan Sekitarnya bahkan menjadi barometer informasi. Tak hanya untuk masyarakat Purbalingga dan sekitarnya. Tapi juga mereka yang berada di luar sana yang ingin mengetahui apa yang sedang happening di Kota Perwira. Karena banyak informasi-informasi yang bermanfaat yang bisa didapatkan dari grup Facebook tersebut, dari mulai informasi razia polisi, infomasi orang hilang hingga diskusi soal berita yang menjadi viral.

“Dulu mas Lujeng Tri Sasongko (pendiri ICP) itu kuliah di Yogyakarta, kemudian di sana kan ada grup Info Cegatan Yogyakarta (ICY), dari situ mas Lujeng terinpirasi membuat grup yang sama,” kata  Admin ICP,  Angkat Riyanto.

Setelah terbentuk setahun kemudian Angkat masuk ke grup tersebut dan bersama-sama dengan admin serta member grup tersebut membenahi isi postingan grup ICP.

“Dulu itu postingannya masih nggak karuan, kemudian setahun berjalan saya masuk dari situ mulai ditata, seperti peraturannya dan yang lainnya, kita buat ketat,” ujarnya.

Member ICP sendiri sekarang mencapai 126 ribu lebih yang terdiri dari masyarakat Kabupaten Purbalingga dan wilayah lainnya. “Memang awalnya untuk informasi razia polisi, tetapi kemudian seiring perkembangan merambah ke info-info yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti orang hilang, kecelakaan dan informasi lainnya. Iklan di sini kita memang melarangnya,” kata dia.

Berbicara soal razia polisi, menurut Angkat hal tersebut tidak serta merta untuk menghindari razia polisi. Namun, lebih untuk memberikan edukasi ataupun mengingatkan kepada masyarakat agar berkendara sesuai peraturan.

Dalam menjaring informasi ICP memang lebih ketat melakukan filter, dari mulai sumber-sumber pemberi informasi harus terpecaya dan juga mematasi postingan untuk berita yang sama. “Selain itu kita juga menghindari postingan politik, memang banyak orang politik yang

melirik ICP. Tetapi kita tolak karena kalau sampai masuk ke ranah politik grup tidak akan lama,”  kata dia.

Bagi Anda yang ingin bergabung di ICP, menurut Angkat tidak ada batasannya, hanya saja untuk akun Facebook yang berumur belum empat bulan tidak akan diterima jika informasinya tidak jelas dan akun-akun yang suka memprovokasi. “Kita tidak ingin kalau akun-akun palsu biasanya melakukan provokasi, kita tidak mau itu terjadi. Kalaupun ada member yang posting provokasi juga kita hapus langsung,” ujarnya.

Selain menyediakan tempat share informasi di dunia maya, saat ini ICP juga sedang merambah di dunia nyata, seperti melakukan kopi darat (kopdar) sesama member ICP setiap tiga bulan sekali, dan mereka akan melakukan kegiatan sosial bersama. “Rutinnya setiap kopdar tiga bulan sekali kami pasti mengadakan kegiatan donor darah dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, ada juga melakukan kegiatan sosial lainnya seperti membantu anak-anak yatim, korban bencana ataupun kegiatan sosial lainnya. “Biasanya sebelum melakukan kegiatan sosial kita mengumpulkan dana melalui admin mem-posting di grup seminggu sebelum kegiatan, dari situ sumbangan yang kumpul kita sumbangkan untuk mereka yang membutuhkan,” kata dia.(san)