Peta persaingan kuliner enak di Purwokerto, semakin ketat dengan kehadiran Parte Ceker Rempah (PCR). Pasalnya, PCR hadir dengan sederet menu olahan ceker yang meyakinkan. Sebut saja ceker mercon, ceker goreng dan banyak olahan ceker lainnya.

Dengan amunisi mumpuni, rasanya tidak salah jika foodies Purwokerto menjatuhkan pilihan makan enaknya di Parte Ceker Rempah yang kini sudah buka DPC PCR di HR Bunyamin, tepatnya di depan Unsoed Purwokerto dan PAC PCR Kranji.

Pimpinan PCR Purwokerto, Sani Banyu Krisna melalui juru bicaranya, Irfan Bahtiar mengatakan, PCR menjanjikan olahan ceker dengan cita rasa khas Nusantara yang tentu saja identik dengan rempah melimpah.

“Anda harus menjajal sup ceker rempah yang menggoda, dijamin bakal ketagihan karena rasanya unik dan nikmat,” ujarnya.

Dengan kuah yang kaya rempah, rasanya memang nampol. Ceker yang lembut berpadu dengan kesegaran dan gurihnya aneka rempah, berpadu sempurna. Anda tak perlu energi lebih untuk memisahkan bagian kulit serta urat dari tulangnya.

Anda yang suka dengan citarasa pedas, bisa menambahkan sambal yang disediakan. Pokoknya, parpol banget!

Menurut Irfan, meski ceker menjadi bagian dari namanya, PCR tidak hanya menyediakan sajian ceker saja. Ada aneka olahan lainnya yang tak kalah nikmat seperti kulit, sayap ayam, tahu, tempe, telur, roti bakar dan lainnya. Juga tersedia aneka minuman panas dan dingin.

“Ceker memang ikonnya, tapi di dalamnya tidak hanya ada ceker. Pokoknya yang paling utama, justru rempahnya,” kata dia.

Selain sederet pilihan menu nikmat dan halal, harganya juga sangat ramah di kantong mulai Rp 8.500 saja.

Presiden PCR, Entis Sutisna atau yang akrab disapa Sule mengatakan, ceker merupakan makanan yang dulunya dinikmati pada masa kesulitan. Tetapi belakangan ceker mulai ditinggalkan. Padahal, nilai ekonomisnya cukup tinggi.

Komedian terkenal ini juga memastikan, rempah menjadi hasil alam yang asli Indonesia. Bahkan, negeri ini dijajah karena tertarik dengan aneka rempah yang ada di Bumi Pertiwi ini.

“Dulu, harga rempah-rempah sangat mahal melebihi emas. Saya ingin sekarang semua orang bisa menikmati rempah-rempah, tanpa harus mahal. Karena itu, PCR menawarkan harga yang sangat terjangkau,” katanya.

Komisaris CV Merakrisna Taruno yang membawahi PCR, Merakarno Ra’husna Taruno mengatakan, PCR mengusung tema berbeda dengan resto dan tempat makan lainnya. PCR membuat konsep tematik, pesta demokrasi.

“Semua dikonsep seperti pesta demokrasi, mulai penggunaan warna yang mayoritas orange, dilengkapi TPS, hingga bilik suara,” ujar dia.

Begitu konsumen masuk, pemesanan harus dilakukan di bilik suara yang dilengkapi dengan selembar surat suara pemesanan dan sebuah paku untuk mencoblos. Di bilik ini, pengunjung memesan makanan yang tersedia dengan mencoblosnya. Agar tak bingung dalam memilih, gambar menu beserta harga ditempel di bagian tengah papan bilik.  Setelah memilih menu, lembar surat suara pemesanan diserahkan ke bagian kasir. Barulah konsumen memilih meja yang terdapat nomor TPS.

Menarik kan? Untuk para pecinta ceker dan aneka makanan rempah tidak perlu pikir panjang, langsung saja ke DPC PCR HR Bunyamin atau PAC PCR Kranji. Tempat ini buka setiap hari, mulai pukul 10.00-24.00 WIB. (alf)