.

Sate lilit memang tampak unik. Jika biasanya kebanyakan sate terdiri dari beberapa tusukan daging, sajian khas Bali ini tampil dengan suguhan berbeda dan sesuai namanya, dililit. Uniknya, tusuknya pun tidak menggunakan tusuk kayu atau bambu seperti kebanyakan sate. Sate lilit menggunakan batang serai yang justru membuat cita rasa dan aromanya semakin kuat dan berbeda.

Sate Lilit di Meotel Purwokerto by Dafam ini, disajikan dengan nasi putih hangat dibungkus daun pisang dan ditemani sambal matah yang membuat cita rasanya semakin khas Bali. Food and Beverage Sales Meotel Purwokerto by Dafam, Mega Yunita mengatakan, untuk sate lilitnya merupakan perpaduan daging ayam dan ikan dori yang telah digiling dengan aneka bumbu rempah.

“Kami menggunakan bahan dan rempah pilihan. Supaya warga Purwokerto yang ingin menikmatinya, cukup datang ke Meotel Purwokerto dan puas dengan rasanya,” kata dia.

Soal rasa, sate lilit memberikan kejutan di lidah. Ayam dan ikan dori yang dipadukan dengan aneka rempah-rempah pilihan, menghasilkan cita rasa yang begitu kuat dan meledak di mulut. Apalagi, dimakan bersama nasi putih hangat dan sambal matah yang sangat nikmat. Rasa gurih yang mendominasi sate, berpadu dengan pedas segarnya sambal matah. Mantap!

Untuk menikmati satu porsi sate lilit, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp 45 ribu saja. Anda dijamin puas, kenyang, dan pasti ketagihan dengan cita rasanya. Selain menikmati sajiannya, El Resto maupun Ukafe Meotel Purwokerto by Dafam juga memiliki banyak spot foto yang menarik dan unik. Pokoknya Instagramable  banget.

Makanya, langsung saja ke El Resto dan Ukafe Meotel Purwokerto by Dafam yang ada di Jalan Prof Soeharso Selatan Nomor 1, Kelurahan Arcawinangun atau tepatnya sebelah timur simpang tiga GOR Satria. Untuk informasi lebih lengkap, bisa telepon ke 0281 777 1157. (alfi@satelitpost.com)