Konon, rasa pedas dapat meningkatkan nafsu makan. Sepertinya hal ini dapat dibuktikan setelah Anda mengonsumsi Nasi Buntel Jontor. Nah, apa si nasi buntel jontor itu?

Saat mendengar namanya, bisa jadi Anda langsung menebak ini adalah sajian nasi dibungkus daun pisang dengan rasa super pedas yang bisa membuat bibir jontor setelahnya.

Yups! Amilin, pemilik Nasi Buntel Jontor membenarkan bahwa awalnya kreasinya ini adalah nasi yang dibungkus daun pisang. Tapi seiring kebutuhan konsumen yang menginginkan sesuatu yang lebih praktis, makanan dengan nama unik ini kini dikemas dengan paper bowl.

Meski demikian, Amilin menjamin nasi buntel jontor tetap menarik untuk dicicipi. Sebungkus nasi buntel berisi nasi pulen dengan suwiran daging ayam berbumbu yang melimpah ditambah saus pedas. Tingkat kepedasannya bisa diatur sesuai selera.

Rasanya begituĀ  gurih, enak dan pas dinikmati. Apalagi ada taburan bawang goreng di atasnya.

Selain suwiran ayam berbumbu, Anda juga bisa memilih aneka topping lainnya, seperti ceker pedas naga, kambing pedas jontor, jamur pedas, bakso pedas, sosis pedas, rendang, dan dicubit kepiting.

“Pokoknya pelanggan bisa bebas memilih varian sesuai selera,” kata Amilin.

Nasi buntel jontor, asli sajian lokal dari Desa Karangcegak, Kutasari, Purbalingga. Anda yang ingin menikmati sajian ini, bisa bertandang ke rumah produksinya yang ada di lingkungan RT 20/09, atau bisa memesannya melalui akun instagram @nasibuntel.id.

“Bisa juga memesan via WhatsApp di nomor 083 862 555 125 dengan format nama, alamat, order nasi buntel dengan topping apa, dan jumlah orderannya berapa. Order minimal 1 hari sebelumnya,” ujar Amilin.

Menurutnya, sejauh ini dia masih fokus pada program makan siang nasi buntel jontor. Pengantaran pesanan biasanya dilakukan antara pukul 11.00 sampai 12.00 siang.

“Makan siang yang lezat ini, hanya bertahan 12 jam. Jadi baru bisa menjangkau area Purbalingga dan Purwokerto saja,” kata Amilin.

Niat Kuat dan Kerja Keras

Untuk mempopulerkan sajian khas wong ndesa ini, sarjana pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta ini, awalnya hanya bermodalkan uang Rp 100 ribu + niat kuat dan kerja keras.

“Semoga hal kecil yang saya usahakan ini, bisa menginspirasi generasi muda lainnya. Memulai usaha tidak harus bermodal besar, terpenting ada kemauan dan mau belajar,” ujar dia.

Amilin percaya, sajian tradisional bakal berada di garis terdepan. Mampu bersaing dengan makanan modern, bila kualitas bahan dan rasanya diutamakan.

“Makanan tradisional bisa bersaing apalagi kalai dikemas menarik danĀ  kekinian,” katanya.

Dari pada penasaran, sebaiknya langsung orger saja nasi buntel jontor via SMS/WA 083 862 555 125. Ingat, format orderan Anda harus lengkap mulai dari nama, alamat, order dengan topping apa, dan jumlahnya berapa. (ind)

Komentar

komentar