Temukan Banyak Rasa di Pecel Temon

Pecinta sayuran, pasti suka dengan sajian khas nusantara bernama Pecel ini. Cukup beralasan, karena sajian yang sering dijuluki sebagai salad lokal asli Indonesia ini terdiri atas berbagai macam sayuran.

Jenis pecel di Indonesia, cukup beragam. Perbedaannya biasanya dilihat dari jenis sayuran yang digunakan, serta tekstur sambal kacang sebagai sausnya. Jenis pecel umumnya dibedakan berdasarkan daerah asal.

Dalam sejumlah referensi disebutkan bahwa tidak ada yang tahu secara pasti dari mana pecel berasal. Yang jelas, beberapa daerah di Indonesia punya pecel dengan ciri khas masing-masing termasuk di Banyumas.

Kali ini, Leisure Time SatelitPost bakal mengajak pecinta sayuran mampir ke Pecel Temon, tempat makan yang menyajikan pecel khas Banyumas.

Selain aneka sayuran standar laiknya pecel-pecel dari daerah lain, pecel khas Banyumas dicirikan dengan penambahan bunga kecombrang. Tanaman yang punya nama latin Nicolaia speciosa ini, berasal dari sayuran umbi-umbian.

Bunga Kecombrang yang memiliki warna cenderung pink ini, membuat tampilan pecel menjadi lebih menarik. Tentu saja, kehadirannya juga menambah variasi sayuran dan rasa dalam pecel.

Diakui Titis Dwi Prasetya sang empunya Pecel Temon, sajian pecel yang disajikan merupakan pecel versi asli daerah Banyumas.

“Identiknya dengan bunga kecombrang yang rasanya khas dan ‘seger’ di tenggorokan,” ujarnya.

Selain itu yang membuatnya khas, pecelnya dinikmati dengan ketupat.

“Biasanya disantap dengan mendoan panas dan kenikmatannya dijamin bertambah kalau dimakan di tengah sawah seperti di Pecel Temon ini,” kata dia.

Selain sayurannya yang identik, pecel di Pecel Temon ini makin istimewa dengan bumbu kacangnya yang melimpah.

“Pelanggan bebas menentukan tingkat kepedasan yang diinginkan. Seporsinya hanya Rp 8 ribu saja, itu juga sudah lengkap dengan ketupat. Sesuai namanya, dijamin banyak rasa yang bertemu dalam seporsi pecel di Pecel Temon,” ujarnya.

Titis menawarkan pecel sebagai alternatif bagi foodies Purwokerto yang tidak begitu menggemari daging. Karena itu, dia berharap Pecel Temon bisa menjadi tempat bertemunya para pemburu kuliner di Banyumas Raya.

“Temon itu berasal dari kata pertemuan dalam Basa Jawa. Dalam nama itu, terselip harapan supaya Pecel Temon bisa menjadi tempat pertemuan bagi siapa saja yang datang. Entah pertemuan dengan teman, rekan bisnis, bahkan jodoh,” katanya.

Penasaran? Ayo temukan rasa yang Anda inginkan di Pecel Temon yang ada di Desa Pliken, Kembaran. Tempat makan unik ini buka saban hari mulai pukul 10.00-17.00 WIB. Anda juga bisa membeli sambal pecelnya untuk dibawa pulang. (Ind)

Komentar

komentar