Sahoun Ayam Pak Kartim

Tak banyak referensi yang bisa Anda temukan tentang sahoun. Jika yang terlintas di bayangan adalah jenis mi soun atau bihun, Anda salah besar. Karena kuliner unik yang konon khas Purwokerto ini, bukan jenis mi, melainkan olahan aci dan tepung beras.

Olahan aci dan tepung beras yang dibentuk seperti dadar dan dikukus ini, kemudian digulung dan dipotong-potong menyerupai kwetiau. Teksturnya kenyal dan lembek.

Sahoun disajikan dengan suwiran ayam, daun bawang, dan sedikit kecap asin, lalu disiram dengan kuah kaldu yang bening dan segar.

Sahoun Ayam Pak Kartim

Menurut Kartim, pelopor sahoun ini, resep makanan ini didapatnya dari keluarga Tionghoa.

“Dulu orangtua saya bekerja untuk satu keluarga Tionghoa dan sering membuat makanan ini. Kamudian turun temurun dijual, dari ayah saya ke saya, sampai sekarang ke anak saya,” katanya.

Kartim membuat sendiri sahoun yang dijualnya di tempat produksinya di depan Pom Bensin Arcawinangun, Purwokerto.

“Sahoun dibuat dengan tepung beras dan tapioka. Adonan kedua tepung ini kemudian direbus, diletakan di atas tatakan melingkar. Cuma sebentar direbusnya, setelah itu diangkat dan biarkan dingin,” kata Kartim yang sudah puluhan tahun merintis usahanya ini.

Sebelum disajikan, gulungan sahoun itu diiris dan dimasukkan dalam mangkuk saji. Agar semakin nikmat, Kartim menambahkan suwiran ayam yang melimpah di atasnya.

“Rasanya dijamin enak dengan kuah kaldu ayam asli yang tidak terlalu banyak rempahnya, sederhana tapi nendang rasanya,” ujar Kartim.

Anda yang menyukai makanan pedas, sangat pas menikmatinya bersama sambal. Untuk menikmati keunikan dan kelezatan sahoun ini, cukup dengan Rp 10 ribu saja.

“Pastinya sahoun dengan kuahnya yang segar ini, cocok di segala suasana,” katanya. (cr)