DIDIK PRATOMO. SATELITPOST/ALFIATIN

Tatto masih sering diidentikan dengan seorang yang kurang baik, preman dan lainnya. Tapi tidak bagi Didik Pratomo (37). Beliau hampir menempel di seluruh tubuhnya.

Kulitnya sudah penuh tertutup tatto dengan aneka macam bentuk. Bahkan, Didik tidak hanya menatto tubuh yang biasa saja. Sebut saja seluruh telinga dan kelopak matanya yang juga penuh tatto.

Bahkan, bapak satu anak ini mendapat sebutan satu-satunya orang yang memiliki mata empat. Pasalnya, kelopak matanya pun dilukis berbentuk mata.

Tapi, tatto yang menutupi daun telinga dan matanya tersebut telah membuatnya bak artis. Beberapa tahun lalu, saat ia baru saja membuat tatto di kelopak matanya kemudian banyak orang dari Bali datang hanya ingin melihatnya.

Dari tatto tersebut juga, ia mendapatkan penghargaan sebagai juara tatto terekstrem saat mengikuti event tatto. Padahal, banyak orang yang menatto penuh wajahnya.

“Mungkin karena resikonya besar. Dulu yang menatto saja tidak berani tapi saya paksa meskipun resikonya buta,” kata Didik.

Aneka bentuk tatto yang membalut tubuhnya sampai di kelopak matanya sengaja ia lakukan. Bukan karena sok keren atau nakal, tapi karena sejak kecil ia menyukai seni. “Melalui tatto bisa meluapkan semuanya. Seperti lukis, musik, dan lainnya,” kata dia.

Namun, tatto yang ia miliki di tubuhnya ternyata juga sempat membuat putri kecilnya malu mempunyai ayah dengan tatto super banyak. Karena, banyak teman-temannya yang mengejek.

Namun, seiring pertumbuhannya memasuki SD, ia mulai memahami ayahnya itu. Putrinya mulai merasa bangga memiliki ayah sepertinya.

“Anak jadi tidak malu lagi, malah katanya bangga sama ayah karena ayah bisa membuat karya seni lukisan,” katanya. ‎(alf)

BAGIKAN