CILACAP, SATELITPOST-Komplotan pencuri spesialis mesin pertanian dari luar kota, dibekuk oleh Satreskrim Kepolisian Resor Cilacap. Satu diantaranya dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas.

Para tersangka ini mengincar mesin-mesin pertanian, seperti mesin traktor tangan milik petani, karena biasanya disimpan di depan rumah. Sehingga akan lebih mudah bagi komplotan ini mengambilnya, tanpa harus masuk ke dalam rumah.
Modusnya, tersangka mencari rumah petani, yang di halaman depannya terdapat traktor-traktor.  Kemudian setelah malam tiba, para tersangka akan mencopot mesin traktor dari kerangkanya, menggunakan kunci pas dan tang. Lalu hanya mengambil mesinnya dan dibawa menggunakan mobil sebagai kendaraan operasional.
“Saya yang mengemudi mobil, jam 22.00 WIB saya turunkan dua teman saya, dan nanti jam 03.00 WIB, saya jemput mereka,” ujar tersangka MH (47) warga Desa Maleber Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur ini.
Sekali beraksi, satu sampai dua mesin disikat. Hasil curiannya tersebut langsung dijual ke penadah, dan ada beberapa diantaranya langsung ke pembeli. Residivis ini mengaku jika memilih mesin traktor karena lebih mudah.
“Traktor ini biasanya disimpan di luar rumah, jadi tidak usah masuk ke dalam rumah,” katanya.
Mesin-mesih hasil curiannya tersebut kemudian dijual kepada penadah di Cianjur. Dengan harga per mesin sekitar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta.
Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengatakan ada tiga orang komplotan pencuri dengan pemberatan ini yang diamankan, dua tersangka lainnya YG dan AL diamankan Polres Cimahi, karena kasus curas.
“Dari keterangan pelaku mereka suda melakukan pencurian di 16 lokasi di wilayah Cilacap, dan kita juga amankan sebanyak 11 mesin traktor hasil kejahatan,” ujar Kapolres disampingi Kasatreskrim AKP Ongkodeno Grandiarso Sukahar, Selasa (2/9) kemarin.
Selain mesin yang diamankan, Polres juga mengamankan satu buah mobil yang digunakan untuk mengangkut mesin curian, serta berbagai kunci pas, tang dan juga kunci leter L yang digunakan para tersangka melakukan aksinya.
“Polres juga masih melakukan pengembangan terhadap penadah mesin curian, kan masih kita kejar,” katanya.
Aksi yang dilakukan tersangka ini sudah dilakukan selama satu tahun ini. Residivis ini dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (ale)