WAKIL Bupati Kebumen menghadiri agenda peringatan hari anak nasional.SATELITPOST/CR
WAKIL Bupati Kebumen menghadiri agenda peringatan hari anak nasional.SATELITPOST/CR

KEBUMEN, SATELITPOST – Pemahaman masyarakat terkait perlindungan anak dinilai perlu ditanamkan hingga ke tingkat desa-desa di Kebumen. Hal ini perlu dilakukan agar anak di Kebumen mendapatkan perlindungan maksimal. Terlebih lagi, bertepatan pada hari anak tahun 2019, Kabupaten Kebumen meraih penghargaan Layak Anak dengan peringkat Madya.

Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto mengaku bangga dengan raihan tersebut. Namun, dirinya berharap prestasi tersebut juga dipandang sebagai sebuah tugas yang perlu dilaksanakan. Yakni, agar Kebumen mampu menjadi daerah yang benar-benar mampu mengasihi anak. “Ini amanah untuk Kebumen supaya mampu memberi kasih sayang kepada anak-anak,” katanya dalam sambutan peringatan hari anak di Alun-alun Kebumen (28/7/2019).

Pandangan berbeda datang dari Pelopor Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) Kebumen, Mardiadi. Ia mengatakan tidaklah sulit bagi Kebumen untuk naik peringkat menjadi Madya Layak Anak. “Penghargaan itu tidaklah sulit untuk diraih. Tidak masalah jika Kebumen tetap diperingkat Pratama yang penting adalah peningkatan grafik pelayanan. Yang gawat kan jika peringkat naik, pelayanan turun,” katanya saat ditemui di kediamannya beberapa hari yang lalu.

Ia mengungkapkan, kekerasan pada anak itu masih terjadi di desa yang tersebar di Kebumen. Tetapi kalau berbicara angka itu tidak bisa menjadi tolok ukur. “Meningkat atau tidaknya itu tidak bisa menjadi tolok ukur. Jika suatu desa tidak ada data angka kekerasan anak bukan berarti disana tidak ada kekerasan pada anak. Itu tidak menjamin. Begitupula sebaliknya, jika data angka kekerasan disuatu desa itu tinggi bukan berarti angka kekerasan itu lebih tinggi dibandingkan tempat lain,” kata dia.

Tokoh yang disapa nyai Mardi tersebut menjelaskan berdasarkan pengalaman, angka kekerasan itu muncul jika ada laporan. “Angka kekerasan itu bisa ada atau tidak ada. Bila pun ada tetapi tidak terlaporkan atau tidak tahu harus melaporkan kemana atau takut melaporkan atau punya budaya sungkan,” ujar dia.

Hal inilah menjadi penyebab kasus kekerasan anak tidak terekspos. Ia menambahkan, laporan angka kekerasan meningkat dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat. “Semakin masyarakat paham tentang perlindungan anak maka kemungkinan grafik angka kekerasan anak naik,” ujar dia.

Menurutnya, naiknya peringkat Madya Layak anak harus brimbas pada implementasinya. KPAD dan Perda Penyelenggara Perlindungan Anak itu merupakan sesuatu yang penting yang perlu diperhatikan secara serius dalam hal pendampingan dan finansial. “KPAD dan Perda Penyelenggara Perlindungan Anak ini harus mendapatkan perhatian yang serius baik pendampingan maupun finansial karena yang digarap ini adalah anak. Katanya kan demi anak sehingga perlu serius tidak malah menjadi sampingan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dispermades dan PPPA yaitu Frans Haidar mengungkapkan setiap tahun peringatan hari anak, Kebumen selalu dinilai, diperingati dan diberi penghargaan terkait layak anak. Hal ini membuatnya akan selalu berkordinasi bersama OPD yang bersangkutan dan LSM yang berhubungan dengan anak.

Menurutnya, KPAD dan pihak pemerintah telah melaksanakan diskusi dan pembinaan supaya mereka mengerti tugas dan fungsinya. “Kita adakan diskusi dan pembinaan kepada KPAD supaya mereka mengetahui tugas, fungsi dan kemampuannya. KPAD itu tujuannya mendekatkan apabila terjadi sesuatu kekerasan pada anak, karena seperti kita tahu KPAD inilah yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengaku, KPAD telah mendapat pendampingan pelatihan untuk menangani kekerasan terhadap anak dan anak yang terlibat dengan hukum. “Minimal sudah ada sosialisasi dan pembinaan dari kita,”ujarnya

Frans melanjutkan adapun dari segi finansial itu sudah dianggarkan dan masuk di OPD-OPD tertentu yang kegiatannya berkaitan dengan anak seperti bagian hukum, dinas kesehatan dan dinas sosial. (CR)