Kondisi mobil yang terlindas truk. Diduga truk tersebut mengalami rem blong.SATELITPOST/NURUL IMAN
Kondisi mobil yang terlindas truk di tempat parkir RSU Siti Aminah Bumiayu. Diduga truk tersebut mengalami rem blong.SATELITPOST/NURUL IMAN

BANYUMAS, SATELITPOST – Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas bekerjasama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyumas memasang sejumlah rambu-rambu agar kendaraan berat jenis truk untuk tidak melintasi flyover Kretek, Paguyangan, Brebes jika hendak menuju ke jalur utara. Hal tersebut terjadi lantaran masyarakat di Bumiayu sempat menolak adanya kendaraan yang melintas di wilayah tersebut, setelah adanya kecelakaan yang terjadi di kabupaten tersebut.

 

“Sesuai instruksi dari provinsi kita imbau agar kendaraan berat tidak melintasi flyover Kretek, dengan memasang rambu-rambu. Hal itu terjadi setelah masyarakat di Bumiayu tidak memperbolehkan kendaraan berat melintas setelah adanya kecelakaan kemarin,” kata Kabid Prasarana Lalu Lintas Dishub Banyumas R Hermawan, Selasa (11/12).

 

Hermawan menambahkan, ada 10 rambu-rambu dipasang di lokasi-lokasi yang sering menjadi perlintasan kendaraan berat. “Di antaranya kita pasang di Rawalo, Patikraja, Tanjung, Sokaraja, Wangon. Kita arahkan untuk melintasi Bandung ataupun ke Pemalang. Kalau lewat Pemalang itu dari arah selatan bisa lewat Sokaraja kemudian ke Purbalingga sampai Pemalang lewat Guci, itu bisa langsung ke pantura maupun ke tol Pemalang, memang jalannya agak sempit, dari pada lewat sana (flyover) di stop warga,” ujarnya.

Baca:

Fakta Tentang Fly Over Kretek “Maut” Paguyangan Bumiayu

Menewaskan 5 Orang, Sopir Truk Maut Kecelakaan di Bumiayu Ditahan

Warga Bumiayu Pasang 14 Rambu Peringatan di Jalur Paguyangan

Saat ini pihak Dinhub juga tengah berkoordinasi dengan Sat Lantas Polres Banyumas untuk melaksanakan operasi gabungan, dimana kendaraan-kendaraan yang overload, dialihkan untuk melintasi jalur alternatif tersebut. “Sebenarnya kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah dievakuasi, tetapi memang ada penolakan dari masyarakat, mungkin masyarakat di sana trauma dengan kecelakaan yang sudah sering terjadi,” kata dia.

 

Selain itu, Hermawan juga mengaku pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dari Kementerian Perhubunga sedang melakukan pemeriksaan di lokasi kecelakaan kemarin. “Hari ini KNKT baru bergerak, mereka akan memastikan apakah jalan tersebut masih layak atau tidak, kalau jalan itu layak berarti muatan kendaraannya,” kata dia.

 

Sistem pemeriksaan kendaraan berat lanjut Hermawan, yakni dengan menggunakan jembatan timbang ataupun timbangan portable yang diletakkan di jalan. “Kalau ada timbangan portable itu hanya diletakkan di jalan ketika kendaraan berat melintas secara otomatis akan terdeteksi langsung beratnya. Kalau memang overload langsung kita suruh putar balik. Kebetulan di Kabupaten belum ada, yang ada di provinsi, kita saat ini sedang koordinasi untuk itu, mungkin ke depannya bisa dipergunakan,” kata dia.

 

Diketahui, beberapa kali kecelakaan terjadi di flyover Kretek Paguyangan. Selain kecelakaan pada Senin (10/12), beberapa bulan lalu juga ada kecelakaan di tempat tersebut. Pada 20 Maret 2018 truk bermuatan kedelai melaju dari arah flyover Kretek Paguyangan. Karena truk mengalami rem blong, akhirnya truk menabrak mobil pikap L300 bermuatan besi, lalu lima sepeda motor, dan berakhir menabrak sebuah rumah di ruas Jalan Raya Paguyangan Bumiayu, Brebes.

 

Kecelakaan serupa terjadi di Jatisawit Bumiayu, Minggu, 20 Mei 2018 dan menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 10 orang mengalami luka. Truk diduga mengalami kerusakan pada bagian rem, sehingga tidak dapat dikendalikan akhirnya menabrak motor, mobil dan lima rumah.  (san)