CILACAP, SATELITPOST-Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Irum Ismantara menyerahkan kendaraan ambulans kepada Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono di sela-sela peresmian Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri  (PTKLN) di Kesugihan, Rabu (27/12) kemarin.

“Ini sebagai kepedulian kami kepada para pekerja yang di luar negeri, saat mereka menghadapi kecelakaan kerja, sakit atau lain halnya, ambulans ini bisa bermanfaat bagi tenaga kerja Indonesia,” ujarnya, kemarin.

Ambulans yang bersumber dari anggaran tanggung jawab sosial dan lingkungan BPJS Ketenagakerjaan ini akan ditempatkan BP3TKI Semarang. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh pekerja yang ada di luar negeri dan mengalami kecelakaan dan akan kembali ke wilayahnya di Jawa Tengah.

Menurutnya, ambulans ini diberikan, karena keprihatinan dari BPJS Ketenagakerjaan melihat hanya ada satu ambulans di BP3TKI Semarang. Sehingga ketika ada tiga jenazah  yang datang dalam waktu bersamaan, maka harus ditumpuk dalam satu ambulans.

“Kami rasakan itu kurang etis dan pantas, sehingga kami memohon kepada manajemen untuk dapat diberikan kepada TKI di Jawa Tengah,” ujarnya.

Irum juga berharap, ke depan seluruh tenaga kerja di luar negeri mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga saat terjadi kecelakaan kerja dan bahkan sampai meninggal dunia, pada saat di penempatan di luar negeri maupun saat purna kontrak terlindungi. Sehingga tidak membebani keluarga.

“Sejak pemberlakuan PP nomor 7 tahun 2017, sudah ada 2.520 yang sudah ter-cover BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Tengah, mereka yang sudah berangkat keluar negeri saat ini otomatis ter-cover,” ujarnya.

Pada program ini, calon TKI secara otomatis membayar sebesar Rp 370 ribu, yang digunakan untuk iuran sebesar Rp 37 ribu untuk masa pra berangkat, dan untuk masa bertugas sebesar Rp 333 ribu. Nantinya jika terjadi kecelakaan sampai meninggal dunia pada saat penempatan sebesar Rp 85 juta, dan meninggal dunia sebelum penempatan mendapatkan Rp 24 juta.

Sampai saat ini, tercatat sudah ada sebanyak 1.865 calon TKI dan TKI yang sudah terdaftar dari Cilacap, dengan jumlah iuran sebesaar Rp 294.034.000. (ale)